BIOGAS FORMATION FROM RICE STRAW AND MARKET WASTE IN SEMI-DRY FERMENTATION SYSTEM

  • Muhammad Romli, Suprihatin, Nastiti S. Indrasti, Angga Y. Aryanto TIP

Abstract

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan jerami padi dan fraksi organik limbah pasar untuk menghasilkan biogas dan produk samping lainnya menggunakan sistem fermentasi semi-kering. Satu set digester 1,5 L digunakan untuk menentukan potensi biogas dari berbagai jenis biomassa dalam operasi secara curah, dan satu set digester 10 L digunakan untuk mengevaluasi pengaruh  cara pemberian umpan selama pencernaan semi-kontinyu. Dalam kasus jerami padi, produksi biogas maksimal 10 L/kgVS dicapai selama 20 hari degradasi secara curah pada suhu terkendali 32o C.  Untuk sampah pasar, produksi biogas maksimal 50 L/kgVS diperoleh selama periode yang sama. Tingkat produksi biogas ini sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan dengan produksi biogas pada suhu kamar. Digester dengan umpan 75% jerami segar menghasilkan  biogas  42 L/kgVS, tertinggi dibandingkan dengan digester kontrol (100% jerami segar) serta digester dengan umpan 50% jerami segar.  Digester dengan umpan 75% sampah  pasar  segar menghasilkan produksi biogas 40 L/kgVS, lebih tinggi daripada yang dijalankan dengan 50% umpan segar. Namun, keduanya lebih rendah dibandingkan dengan digester kontrol yang menghasilkan  biogas  52 L/kgVS. Cara pemberian umpan dengan mengganti hanya 75% volume digester dengan jerami padi segar menyebabkan pH digester lebih stabil. Nilai-nilai parameter kinetika produksi biogas dari jerami padi adalah Rmax: 1,37-2,07 (l/kgVS.hari), A: 15,82-42,25 (L/kgVS), dan λ: 0,4-2,0 hari,  sedangkan sampah pasar Rmax: 1,58-3,55 (L/kgVS.day), A: 31,09-51,84 (L/kgVS), dan λ: 0,2-1,2 hari.

Kata kunci: jerami padi, sampah pasar, biogas, fermentasi semi- kering, lindi, digesta

Published
2014-10-30