KSTRAKSI PROPOLIS MENGGUNAKAN CARA MASERASI DENGAN PELARUT ETANOL 70% DAN PEMANASAN GELOMBANG MIKRO SERTA KARAKTERISASINYA SEBAGAI BAHAN ANTIKANKER PAYUDARA

  • Akhmad Endang Zainal Hasan, Djumali Mangunwidjaja Titi Candra Sunarti, Ono Suparno, Agus Setiyono

Abstract

Propolis adalah zat resin yang dikumpulkan oleh lebah madu (stingless bee dan honey bee) dari berbagai tanaman, memiliki berbagai aktivitas fisiologis seperti antioksidan, induksi apoptosis dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kondisi terbaik ekstraksi propolis dan karakterisasinya sebagai bahan antikanker payudara.  Ekstraksi dilakukan dengan teknik maserasi dengan pemanasan gelombang mikro dengan waktu pemanasan 10, 20 dan 30 menit.  Tiga belas contoh propolis dari Pandeglang, Banten Indonesia digunakan untuk uji induksi apoptosis sel Saccharomyces cerevisiae dan analisis data dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Waktu ekstraksi dan rasio pelarut etanol 70% sarang lebah terbaik yang terpilih dalam menginduksi apoptosis masing-masing selama 27 menit dan sebesar 20, dengan hasil ekstrak propolis sebanyak 12,67%. Selanjutnya, ekstrak propolis mempunyai konsentrasi dalam menghambat sebanyak 50% (IC50), mematikan 50% sel lestari kanker Michigan Cancer Foundation-7 (MCF-7), dan induksi apoptosis S. cerevisiae masing-masing sebesar 75,34 µg. mL-1, 233 µg.mL-1, dan 6,015 µg.mL-1.  Hasil uji efikasi in-vivo terhadap sel kanker akibat induksi 7,12-dimethyl-benz(a)anthracene (DMBA) menunjukkan bahwa konsentrasi propolis 233 µg.mL-1dapat menyembuhkan jaringan yang rusak akibat tumor.

Kata kunci: propolis, induksi apoptosis, MCF-7, RSM, antikanker payudara

Published
2013-11-25