PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PADA RUMPON TALI RAFIA DAN RUMPON TRADISIONAL DI PERAIRAN ACEH BARAT

  • . Zuriat Prodi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar
  • Muhammad Agam Thahir Prodi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar
  • Mulyono S. Baskoro Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB
  • Mohamad Gazali Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar
Keywords: Rumpon, effectivity, catch yield

Abstract

ABSTRAK

Kabupaten Aceh Barat memiliki panjang garis pantai sekitar 50,55 km, dengan luas perairan lautnya sekitar 80,88 km2. Kondisi ini tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia yang kaya akan sumberdaya ikan. Rumpon adalah suatu alat bantu pengumpul ikan yang menggunakan atraktor, seperti daun kelapa, daun pinang dan daun nipah serta benda padat lainnya yang berfungsi sebagai pemikat berkumpulnya ikan. Rumpon hanyut merupakan rumpon yang tidak menetap dan tidak dilengkapi dengan jangkar sehingga hanyut mengikuti gerakan dan arah arus, sedangkan rumpon menetap adalah rumpon yang dilengkapi dengan jangkar atau pemberat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi jenis, jumlah dan berat ikan hasil tangkapan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juli 2018, bertempat di perairan Aceh Barat. Data yang dikumpulkan berupa data primer, dimana pengumpulannya menggunakan metode experimental fishing. Selanjutnya, data tersebut dianalisis secara statistik menggunakan uji t. Pengamatan terhadap hasil tangkapan dilakukan hingga 18 trip terhadap rumpon tali rafia dan rumpon tradisional. Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah komposisi jenis, jumlah dan berat ikan hasil tangkapan pada kedua rumpon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpon tradisional memperoleh hasil tangkapan ikan sebanyak 7.538 ekor (61,5%) lebih banyak sebanyak daripada rumpon tali rafia sebanyak 4.821 ekor (38,5 %), dengan komposisi jenis ikan hasil tangkapan terdiri dari 7 jenis yang didominasi oleh ikan kembung.  Hal ini menunjukkan bahwa rumpon tradisional lebih efektif daripada rumpon tali rafia.

 

ABSTRACT

West Aceh Regency has a coastline length of about 50.55 km, with an area of sea waters of around 80.88 km2. This condition is inseparable from its location facing directly into the Indian Ocean which is rich in fish. Rumpon, knowned as FADs, is an artificial tool that collects fish using atractors, such as coconut leaves, areca leaves and nipah leaves and other solid objects that serve as a lure for gathering fish. Drifting FADs are non-permanent FADs and are not equipped with anchors so they drift following the movement and direction of the current, while settled FADs are FADs equipped with anchors or weights. The aim of this study was to analyze the composition of species, the amount and weight of the fish caught. The study was conducted in January-July 2018, located in West Aceh waters. The data collected is in the form of primary data, where the collection uses the experimental fishing method. Furthermore, the data were analyzed statistically using the t test. Observations of the catch were carried out for up to 18 trips to traditional and raffia rope FADs. The variables observed in this study were species composition, number and weight of fish caught in both FADs. The results showed that traditional FADs obtained as many as 7,538 fish catches (61.5%) were more than 4,821 (38.5%) raffia rope FADs, with 7 species of fish being dominated by mackerel fish. This shows that traditional FADs are more effective than raffia rope FADs.

Author Biography

. Zuriat, Prodi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar
TEUKU UMAR UNIVERSITY
Published
2019-08-21