SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL

  • Yanto Anwar Program Studi Teknologi Perikanan Laut, FPIK-IPB, Bogor
  • Tri Wiji Nurani Depertamen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor
  • Mulyono Sumitro Baskoro Depertamen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor

Abstract

ABSTRAK

Telur ikan terbang termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Kota Tual. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 69 Tahun 2016 tentang Rencana Pengelolaan Perikanan Ikan Terbang, beberapa isu priorotas yang menjadi permasalahan ikan terbang yaitu; (1) sumber daya ikan dan habitat; (2) sosial dan ekonomi; (3) tata kelola. Rencana pengelolaan perikanan ikan terbang ini diharapkan dapat mendukung kebijakan dalam pengelolaan sumber daya ikan terbang maupun telur ikan terbang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis situasi permasalahan sistem serta membangun model untuk pengembangan perikanan telur ikan terbang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan sistem. Empat langkah pendekatan sistem dimulai dari analisis kebutuhan, formulasi masalah, identifikasi sistem dan pemodelan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan dalam perikanan telur ikan terbang adalah banyak kapal yang tidak memilki dokumen perizinan, ketersediaan data potensi sumberdaya ikan, penggunaan alat tangkap yang dianggap tidak ramah lingkungan, sumberdaya manusia rendah, harga BBM yang tinggi dan akses modal kepada nelayan. Model pengembangan perikanan telur ikan terbang terdiri dari submodel penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan submodel pengembangan bisnis perikanan telur ikan terbang. Permasalahan perikanan telur ikan terbang di PPN Tual dapat diselesaikan dengan solusi penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan untuk sumber daya ikan terbang dan pengembangan bisnis perikanan telur ikan terbang.

 

ABSTRACT

Flying fish eggs are one of the fisheries commodities that have important economic value in the waters of Tual City. Based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Number 69 of 2016 concerning the Plan for the Management of Flying Fish Fishery, several priority issues that are the problem of flying fish are; (1) fish resources and habitat; (2) social and economic; (3) governance. The flying fish fisheries management plan is expected to support policies in the management of flying fish and flying fish eggs in the Fisheries Management Region of the Republic of Indonesia. The purpose of this study is to analyze the system problem situation and build a model for the development of flying fish egg fisheries. This research method uses system approach. The four-step system approach starts from needs analysis, problem formulation, system identification and system modeling. The results showed that the root problems in flying fish egg fisheries were many ships that did not have permit documents, the availability of data on potential fish resources, the use of fishing gear that were considered environmentally unfriendly, low human resources, high fuel prices and access to capital for fishermen. The model of developing flying fish eggs consists of submodel use of environmentally friendly fishing gear and submodel of the development of flying fish egg fishing business. The problem of flying fish egg fisheries in Tual PPN can be solved by the solution of the use of environmentally friendly fishing gear for flying fish resources and the development of the fly fish egg fishing business.

Author Biographies

Yanto Anwar, Program Studi Teknologi Perikanan Laut, FPIK-IPB, Bogor
Program Studi Teknologi Perikanan Laut
Tri Wiji Nurani, Depertamen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor
Department of Water Resources Utilization
Mulyono Sumitro Baskoro, Depertamen Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor
Department of Water Resources Utilization
Published
2019-08-21