PERTUMBUHAN LARVA DAN PRODUKSI BENIH IKAN KERAPU BEBEK Cromileptes altivelis Valenciennes, 1828 HASIL BUDIDAYA TURUNAN KE-3

  • Regina Melianawati Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan PO Box 140, Singaraja, Bali
  • Ni Wayan Widya Astuti Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan PO Box 140, Singaraja, Bali
  • . Tridjoko Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan PO Box 140, Singaraja, Bali

Abstract

ABSTRAK

Ketersediaan induk dalam suatu usaha pembenihan memiliki peran yang sangat penting. Namun demikian, ketersediaan induk yang berasal dari alam sangat terbatas jumlahnya, sehingga perlu dilakukan penyediaan calon induk yang berasal dari hasil budidaya. Ikan kerapu bebek Cromileptes altivelis Valenciennes, 1828 turunan pertama (F-1) dan turunan kedua (F-2) sudah dapat diproduksi dari hasil budidaya, namun benih turunan ketiga (F-3) belum dapat diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik morfologis dan pertumbuhan larva ikan kerapu bebek F-3 sebagai calon induk F-3, serta tingkat keberhasilan produksi benihnya. Pemeliharaan larva dilakukan dalam hatchery hingga larva menjadi benih. Parameter yang diamati meliputi panjang total dan panjang duri sirip larva, berat tubuh larva serta sintasan dan jumlah produksi benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang total larva umur 5, 15, 25 dan 35 hari, masing-masing adalah 3,20±0,07; 4,42±1,11; 8,35±1,12 dan 12,51±3,23 mm. Duri sirip mulai terukur pada larva umur 15 hari. Berat larva umur 30 hari adalah 0,11±0,04 g. Pola pertumbuhan panjang total dan berat tubuh larva adalah eksponensial, sedangkan pola pertumbuhan duri siripnya adalah linier. Masa pemeliharaan larva hingga menjadi benih adalah ± 40 hari. Jumlah benih ikan kerapu bebek F-3 yang diproduksi dalam satu kali siklus pemeliharaan berkisar 440 hingga 2.300 ekor dari 50 ekor induk dan 3 kali siklus pemijahan dengan tingkat kelangsungan hidup 1,30% hingga 8,80%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ikan kerapu bebek F-3 dapat diproduksi dari hasil budidaya seperti halnya pada F-1 dan F-2.

 

ABSTRACT

Broodstocks are the most important part of humpback grouper culture, but their availability in nature are limited. Therefore, it is necessary to produce broodstock candidates from culture. The first (F-1) and the second (F-2) generation of humpback grouper have already been produced but the third generation (F-3) production is still on the way. This study was conducted to find out morphological characteristic of the third generation (F-3) of humpback grouper larvae as the candidate of the third generation of broodstock, larval growth and the success rate of seed production. Larvae rearing was done in hatchery until larvae metamorphosed to be seeds. Observed variables including larval total length and spine length, larval body weight, survival rate and the juvenile productions. The study result showed the total length of 5, 15, 25 and 35 days old larvae were 3.20±0.07; 4.42±1.11; 8.35±1.12 and 12.51±3.23 mm, respectively. The spine began measured on 15 days old larvae. The body weight of 30 days old larvae was 0.11±0.04 g. The growth pattern of larval total length and body weight were exponential, while the growth of spine was linear. Rearing period from larvae to juveniles was 40 days. Number of F-3 seed production of humpback grouper produced from once rearing cycle range between 440 and 2,300 fish and the survival rate range from 1.30% up to 8.80%. Therefore, this study could indicate that seed of F-3 humpback grouper can be produced as those of F-1 and F-2.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-12-01