Perception of Farmers of Communal and Individual Stalls Towards the Role of Extension on Integrated Farming in Pelalawan District

Susy Edwina, Evy Maharani, Yeni Kusumawaty, Jumatri Yusri, Yusmini Yusmini

Abstract


Provision of government assistance to the SISKA (integration of cattle and oilpalm) program has encouraged farmers to form groups. One component of the aid was the communal stall which is a joint enclosure developed in one location. The development of communal stalls is not always successfully maintained by the groups. This study aimed to analyze the perception of SISKA farmers on the role of extension as well as the driving and inhibiting factors of the extension role. The study was conducted in Kecamatan Pangkalan Lesung and Kerumutan Subdistrict of Pelalawan District based on the existence of 11 groups of farmers who still apply SISKA. The analytical method used was perception analysis by average scoring method and perceptual mapping by spiderweb graph. Sampling was conducted by census in 11 farmer groups with a total of 125 members (38 farmers who applied individual stalls and 87 farmers who applied communal stalls). The results showed that the perception towards extension of farmers applying communal stalls was in “good”category, while the perception of farmers applying individual stalls was in “less good category. The role of extension workers in both systems that has not been functioning was in facilitating farmers to partner.


Keywords


perception; farmers; communal stall; individual stall; integration system

Full Text:

PDF

References


Edwina, S., Maharani, E. 2010. Persepsi Petani Terhadap Teknologi Pengolahan Pakan di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Indonesian Journal of Agriculture Economics (IJAE). 2 (1): 169-183

Edwina, S., Maharani, E. 2014. Kajian Keragaan Karakteristik Dan Tingkat Pengetahuan Petani Tentang Sistem Integrasi Sapi Dan Kelapa Sawit (SISKA) Di Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Jurnal SEPA: Vol. 11 No.1 September 2014: 110 – 117.

Edwina, S., Maharani, E., Yusmini, Prestiwo J. 2015. Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Petani tentang Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Prosiding Seminar Nasional Sinergi Pangan, Pakan dan Energi Terbarukan. UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia, LIPI. 411-415

Fatchiya A. 2010. Pola Pengembangan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kolam Air Tawar di Provinsi Jawa Barat. [disertasi]. [Internet]. [Diunduh 2017 Desember 27]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor. Tersedia pada: http://repository.ipb. ac.id/bitstream/handle/123456789/ 55017

Guntoro, B., Wahyudi, Sulastri, E. 2014. Farmers’ Perception to The Role of Extension Workers on Kaligesing Goat Farm Management in Kaligesing, Purworejo. Jurnal Animal Production 16(3):202-209. September 2014. 202-209

Hamid, H., Samah, A.A., Man N. 2013. The level of perceptions toward agriculture land development programme among Orang Asli in Pahang, Malaysia. Journal Asian Social Science. 9 (10): 151-159. doi:10.5539/ass.v9n10p151. [internet]. [diunduh 2017 Desember 11]. Tersedia pada: http://www.ccsenet.org/journal/ind ex.php/ass/article/view/29413. 151-159

Hanafi, H. 2016. Peran Kandang Sistem Komunal Ternak Sapi Potong Terintegrasi Limbah Pertanian Dalam Mendukung Kedaulatan Pangan Di Yogyakarta. Jurnal Agros. Vol. 18 No. 2, Juli 2016: 126-133 Herijanto, 1991. Sumberdaya Manusia: Penerbit Erlangga. Jakarta.

Hermawan, A. Subiharta dan B. Utomo. 2011. Masalah Ketidakberlanjutan Kandang Komunal Dalam Pengembangan Ternak Sapi Di Jawa. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011.

Indraningsih, K.S. 2011. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Keputusan Petani Dalam Mengadopsi Inovasi Teknologi Usahatani Terpadu. Jurnal Agro Ekonomika Vol. 29 No.1 Mei 2011. 1-24

Isbandi. 2002. Peranan Pembinaan Petani-Ternak Secara Berkelompok Dalam Menerapkan Zooteknik Beternak Sapi Potong Terhadap Kondisi Kesehatan Sapi Potong, Petani-ternak, dan Lingkungan. [disertasi]. Surabaya (ID): Universitas Airlangga.

Manyamsari, I., Mujiburrahmad. narso2014 Karakteristik Petani Dan Hubungannya Dengan Kompetensi Petani Lahan Sempit (Kasus: Di Desa Sinar Sari Kecamatan Dramaga Kab. Bogor Jawa Barat). Jurnal Agrisep Vol. 15 No. 2. 58-74 Mardikanto, T. 2001. Penyuluhan Pertanian: Prima Theresia Pressindo. Surakarta.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS Surakarta. UNS Press.

Marliati. 2008. Pemberdayaan Petani Untuk Pemenuhan Kebutuhan Pengembangan Kapasitas dan Kemandirian Petani dalam Beragribisnis (Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Mosher. 1966. Menggerakkan dan Membangun Pertanian, terjemahan. CV. Yasa Guna. Jakarta. Narso, Saleh, A.,

Asngari, P.S., Muljono, P. 2010. Persepsi Penyuluh Pertanian Lapang tentang Perannya dalam Penyuluhan Pertanian Padi di Provinsi Banten. Jurnal Penyuluhan. Maret 2012 Vol. 8 No. 1. 92-102 Republik Indonesia. 2003.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara RI Tahun 2003 No. 55. Sekretariat Negara, Jakarta. Republik Indonesia. 2006.

UndangUndang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Lembaran Negara RI Tahun 2006 No. 92. Sekretariat Negara, Jakarta.

Riduwan. 2010. Pengantar Statistika Sosial: Penerbit Alfabeta. Bandung.

Rosadillah, R., Fatchiya, A., Susanto, J. 2017. Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Jurnal Penyuluhan. September 2017 Vol. 13 No. 2. 143-156

Singarimbun, M., Effendi, S. 1989. Metode Penelitian Survei. LP3S. Jakarta.

Slamet, M. 2001. Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian Di Era Otonomi Daerah. Disajikan pada Seminar Perhiptani 2001. Tasikmalaya.

Soekanto, S. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar: Rajawali Pers. Jakarta.

Soekartawi. 2005. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian: UI Press. Jakarta.

Sudaryanto, T., Simatupang, P., Kariyasa, K. 2005. Konsep Sistem Usaha Pertanian, Serta Peranan BPTP Dalam Rekayasa Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 3 No. 3, Desember 2005 : 349-366.

Sumardjo. 1999. Transformasi Model Penyuluhan Pertanian menuju Pengembangan Kemandirian Petani. [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Syahyuti. 2003. Bedah Konsep Kelembagaan: Strategi Pengembangan dan Penerapannya Dalam Penelitian Pertanian: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian Bogor.

Theresia, V., Fariyanti, A., Tinaprilla, N. 2016. Analisis Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan. Maret 2016 Vol. 12 No. 1. 74-88

Thoha, M. 2009. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Rajawali Pers. Jakarta. Timbulus, M.V.G., Sondakh, M. L., Rumagit, G.A.J., 2016. Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Di Desa Rasi Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Agri Sosioekonomi Unsrat Vol.12 No. 2A. 19-40

Slamet. 2010. Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya: Rineka Cipta. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v15i2.19248


Editorial Office

Jurnal Penyuluhan

PS Ilmu Penyuluhan Pembangunan
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor
Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Jawa Barat Indonesia

Phone: +622518425252, Fax:+622518629227
Email: jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id


Lisensi Creative Commons
Jurnal Penyuluhan is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.