ARAHAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN LAHAN SAWAH DI WILAYAH PESISIR PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Yustian Yustian, Untung Sudadi, Muhammad Ardiansyah

Abstract


Wilayah Pengembangan (WP) Pesisir merupakan sentra produksi beras bahkan penyuplai untuk tiga WP lainnya di Provinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 2015, penduduk di WP Pesisir diperkirakan 2.29 juta jiwa. Bila terjadi konversi lahan basah 30,000 ha tahun-1 dan tanpa penambahan luas lahan baku sawah, ada indikasi berkurangnya suplai beras diluar WP Pesisir dan tahun 2016 bahkan mengalami defisit beras. Oleh karena itu, diperlukan arahan yang komprehensif dan strategi untuk pengembangan sawah sawah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lahan potensial, (2) menentukan keunggulan komparatif dan kompetitif, (3) menentukan tipologi lahan dan klaster, dan (4) menyusun arah secara spasial dan strategi untuk pengembangan sawah lahan basah di WP Pesisir. Hasil analisis spasial diperoleh luasan lahan potensial 411,950 ha untuk pengembangan padi sawah dari 5,664,580 ha luas total WP Pesisir. Berdasarkan analisis LQ dan SSA ada lima dari tujuh kabupaten/kota sebagai wilayah basis pertanian padi, sedangkan analisis tipologi membentuk tiga klaster wilayah. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya adalah Kabupaten yang paling besar luas lahan potensialnya disusul oleh Kota, merupakan wilayah basis unggulan dan aktivitas pertaniannya yang sudah berkembang sehingga paling diprioritaskan untuk pengembangan kawasan padi sawah.



DOI: https://doi.org/10.29244/jitl.16.1.31-37


Sekretariat Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti Lt 4 Wing 12, Kampus IPB Darmaga, Bogor 1668

Telp. 02518629360; Fax. 02518629358

Email: jtl_soilipb@yahoo.com

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jtanah

P-ISSN: 1410-7333   E-ISSN: 2549-2853


Creative Commons License
This journal is published under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.