ANALISIS DAN FORMULASI STRATEGI KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI LOKASI TRANSMIGRASI (STUDI KASUS: KACAMATAN LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON)

  • Novita Ita Estika psl
  • Suprihatin Suprihatin
  • Muhammad Yani

Abstract

The clean water is not always a big city’s issue. A sub-district of South Lasalimu is an example of how a clean water problem exists due to natural factor. This research work aims to assess the availability of water clean sources in a transmigration area. The based on this assessment a strategy for clean water management in the area is formulated. This research used methods of water quality analysis, Guttman scale, requirement analysis, water quantity analysis, and SWOT analysis. The research identified that water resources available in the area consist of well water, water river, and rainwater. The daily need of clean water per person was is identified as 59 Liter, so all local residents in the area require approx. 15,656 m3/year. It is necessarily important to manage water resources in order to fulfill the need of clean water. An alternative for clean water management is by utilizing rain water to secure the clean water supply. With the rainfall of about 3,681 mm/year, there would be 18,405 m3/year of clean water can be collected from the rain. There are several steps to utilize the rain water through retention basin, filtration, and gravity distribution. This research also delivers an alternative strategy for an effective water resources management which used an opportunity to minimize weakness (W-O strategy), with primary priority to ask for government support in their capacity and capability (authority) to manage water resources.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[BPS] Badan Pusat Statistik, 2014. Kabupaten dalam Angka 2014. Pasarwajo, BPS Kab. Buton.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional, 2002. Penyusunan Neraca Sumberdaya Air Spasial. SNI No. 19-6728.1-2002, Jakarta.

[UNICEF] Unite for Children, 2012. Ringkasan Kajian: Air Bersih, Sanitasi dan Kebersihan. Unicef Indonesia, Indonesia.

Amalia B.I., A. Sugiri, 2014. Ketersediaan Air Bersih dan Perubahan Iklim: Studi krisis Air di Kedungkarang Kabupaten Demak. Jurnal Teknik PWK. 3(2), pp. 295-302.

Anuar K., A. Ahmad, Sukendi, 2015. Analisis Kualitas Air Hujan Sebagai Sumber Air Minum terhadap Kesehatan Masyarakat (Studi Kasus di Kecamatan Bangko Bagansiapiapi). Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia. 2(1), pp. 32-39.

Ariyanto A., K. K. Fahmi, 2014. Prediksi Jumlah Kebutuhan Air Bersih BPAB Unit Dalu-Dalu 5 Tahun mendatang (2018) Kecamatan Tambusai Kabupaten Rakun Hulu. Teknik Sipil Universitas Pesir Pengairan. ejournal. 1(1).

Bakti H, W. Naily, R. F. Lubis, R. M. Delinom, Sudaryanto, 2014. Penjejak Keluaran Air Tanah Lepas Pantai (KALP) di Pantai Utara Semarang dan Sekitarnya dengan 222Radon. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. 24(1), pp. 43-51.

Basak B., O. Alagha, 2004. The Chemical Composition of Rainwater Over Büyükçekmece Lake, Istanbul. Atmospheric Research. 71(4), pp. 275-288.

Carpenter S.R., N. F. Caraco, D. L. Correll, R. W. Howarth, A. N. Sharpley, V. H. Smith, 1998. Nonpoint Pollution of Surface Waters with Phosphorus and Nitrogen. Ecology applications. 8(3), pp. 559-568.

Helmreich B., B. Hom, 2009. Opportunities in Rainwater Harvesting. Desalination. 248(1), pp. 118-124.

Herlambang A., N. I. Said, 2005. Aplikasi Teknologi Pengolahan Air Sederhana untuk Masyarakat Pedesaan. JAI BPPT. 1(2), pp. 113-122.

Herlambang A., 2006. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulangannya. JAI BPPT. 2(1), pp. 16-29.

Khumar R, R. D. Singh, K. D. Sharma, 2005. Water Resources of India. CURRENT SCIENCE. 89(5), pp. 794-811.

Kutarga Z. W., 2008. Kajian Penataan Ruang Kawasan Danau Laut Tawar dalam Rangka Pengembangan Wilayah Kabupaten Aceh Tengah [tesis]. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Lee J. Y., Yang J. S., Han M., Choi J., 2010. Comparison of The Microbiological and Chemical Characterization of Harvested Rainwater and Reservoir Water as Alternative Water Resources.

Li Fengrui, S. Cook, T. Gordon, Geballe, R. William. Jr. Burch, 2000. Rainwater Harvesting Agriculture: An Integrated System for Water Management on Rainfed Land in China's Semiarid Areas. Journal of the Human Environment. 29(8), pp. 477-483.

Lubis Z, N. A. Affandy, 2014. Kebutuhan Air Bersih di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Jurnal Teknika. 6(2), pp. 577-584.

Maarif S. 2011. Meningkatkan Kapasitas Masyarakat dalam Mengatasi Risiko Bencana Kekeringan. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 13(2): 65-73.

Muliranti S, M. P. Hadi, 2013. Kajian Ketersediaan Air Meteorologis untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Domestik di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Jurnal Bumi Indonesia. 2(2).

Nelwan F, E. M. Wuisan, L. Tanudjaja, 2013. Perencanaan Jaringan Air Bersih Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Jurnal Sipil Statik. 1(10), pp. 678-684.

Path-Wostl C. P., M. Craps, A. Dewulf, E. Mostert, D. Tabara, T., 2007. Social Learning and Water Resources Management. Ecology dan society. 12(2).

Pemerintah Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Sekretariat Negara.

Pramudya B, I. Djuwita, E. Riani, 2010. Penentuan Status Mutu Air Kali Surabaya dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran.

Rangkuti F, 2014. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Utama Jakarta, Jakarta.

Saparuddin, 2010. Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Sebagai Sumber Air Bersih di Kampus Bumi Bahari Palu. Jurnal SMARTek. 8(2), pp. 143–152.

Sazakali E., A. Alexopoulos, M. Leotsinidis, 2007. Rainwater Harvesting, Quality Assessment and Utilization in Kefalonia Island, Greece. Water research. 41(9), pp. 2039-2047.

Setyaningsih W. 2010. Model Pergerakan Bahan Pencemar Minyak Disel pada Akuifer Batupasir Formasi Volkanik Merapi Muda. Jurnal Geografi. 7(2):75-87.

Subagyono, Kasdi, U. Haryati, S. H. Talaohu, 2004. Teknologi Konservasi Air pada Pertanian Lahan Kering. Dalam: Kurnia U, Rachman A, Dariah A (Eds.). Teknologi Konservasi Tanah pada Lahan Kering Berlereng. Puslitbang Tanah dan Agroklimat, Badan Litbangtan, pp. 151-188.

Sudiran, Anrianisa, Fi. 2016. Efektifitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit 2 Tirta Kencana Pdam Kota Samarinda Terhadap Kualitas Air Minum Tahun 2015. Dedikasi. 34(1), pp. 59-76.

Sutapa I. D. A., 2014. Perbandingan Efisiensi Koagulasi Poli Aluminium Khlorida dan Aluminium Sulfat dalam Menurunkan Turbiditas Air Gambut dari Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. 24(1), pp. 13-21.

Widiyono W. 2011. Konservasi Flora, Tanah dan Sumberdaya Air Embung-Embung di Timor Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kasus Embung Oemasi-Kupang dan Embung Leosama-Belu). Jurnal Teknologi Lingkungan. 9(2).

Published
2017-09-04
How to Cite
Estika, N. I., Suprihatin, S. and Yani, M. (2017) “ANALISIS DAN FORMULASI STRATEGI KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI LOKASI TRANSMIGRASI (STUDI KASUS: KACAMATAN LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON)”, Journal of Natural Resources and Environmental Management, 7(2), pp. 114-121. doi: 10.29244/jpsl.7.2.114-121.