PROFIL ASAM LEMAK DAN KESTABILAN PRODUK FORMULASI MINYAK IKAN DAN HABBATUSSAUDA

  • Sugeng Heri Suseno Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga, Jl. Agatis, Bogor 16680 Jawa Barat Telp. (0251) 8622909-8622907, Fax (0251) 8622907
  • - - nurjanah Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga, Jl. Agatis, Bogor 16680 Jawa Barat Telp. (0251) 8622909-8622907, Fax (0251) 8622907
  • Tenny - Faradiba Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga, Jl. Agatis, Bogor 16680 Jawa Barat Telp. (0251) 8622909-8622907, Fax (0251) 8622907

Abstract

Minyak ikan dan minyak habbatussauda saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan kecerdasan
dan mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik dan kestabilan
produk kombinasi minyak ikan dan habbatussauda. Formulasi kombinasi minyak ikan dan habbatussauda
yaitu sebesar 1:1, 3:1, 5:1, dan 7:1. Analisis profi l asam lemak menunjukkan bahwa minyak ikan didominasi
oleh EPA dan DHA, sedangkan komponen utama minyak habbatussauda adalah asam oleat dan asam
linoleat. Minyak habbatussauda memiliki aktivitas antioksidan sebesar 551,17 mM AEAC, sedangkan
minyak ikan sebesar 61,15 mM AEAC. Formulasi terbaik berdasarkan uji FFA, bilangan peroksida, dan
anisidin adalah formulasi 1:1 dengan nilai masing-masing 1,68%, 26,67 meq/kg dan 13,65 meq/kg. Hasil
terbaik berdasarkan uji kestabilan adalah produk kombinasi 3:1 dengan nilai FFA terendah hingga hari
ke-9 sebesar 5,94%, sedangkan untuk uji organoleptik adalah formulasi 7:1, paling disukai panelis karena
memiliki warna yang paling cerah.
Kata kunci: anisidin, kestabilan, organoleptik, peroksida
Published
2014-06-19