Utilization of Geothermal Energy for Fish Drying in Idamdehe Village, West Halmahera, North Maluku Province

  • Abdurrachman Baksir Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Khairun Ternate
  • Kadri Daud Fakultas Teknik, Universitas Khairun Ternate
  • Eko S Wibowo Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Khairun Ternate
  • Nebuchadnezzar Akbar Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Khairun Ternate
  • Irfan Haji Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Khairun Ternate
Keywords: geothermal, Idamdehe, modern methods, modified oven

Abstract

Due to the location at the ring of fire, Indonesia has 252 geothermal potentials distributed in various regions, from Java to Nusa Tenggara, together with Sulawesi and Maluku. Geothermal points are found in North Maluku in Idamdehe Village, West Halmahera. Research on the usage of geothermal energy for fish processing in Indonesia, especially North Maluku, is very limited. Therefore, this study was aimed to use geothermal energy for fish processing using a modified oven. The sample used was the yellowstripe scad (Selaroides leptolepis). In situ measurement was done to obtain the geothermal steam temperature which is 70°C to 130°C. The experiments wewe done in 4 hours for the fish drying processed with three sets of temperature including 0°C, 50°C and 100°C. The results suggest geothermal as a promising energy souce for fish processing.

References

Abdjul S, Djamalu Y, Antu ES. 2016.Rancang bangun alat pengering ikan asin efek rumah kaca berbentuk prisma segi empat dengan variasi batu sebagai penyimpan panas. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo. 1(1):38-49.

Akbardiansyah, Desniar, Uju. 2018. Karakteristik ikan asin kambing-kambing (Canthidermis maculata) dengan penggaraman kering. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(2): 345-355.

Ansar, Cahyawan, Safrani. 2012. Karakteristik pengeringan chips mangga menggunakan kolektor surya kaca ganda. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 23(2): 153-157.

Arrahman R, Putra A. 2014. Perkiraan suhu reservoir panas bumi dari sumber mata air panas di Nagari Panti, Kabupaten Pasaman menggunakan persamaan geotermometer sebagai dasar penentuan potensi panas bumi. Jurnal Fisika Unand. 4(4): 391-396.

Arsip Media Kearsipan Nasional. 2013. Arsip dan manajemen bencana di negeri cincin api. Edisi 60/Januari-April.

Baksir A, Daud K, Wibowo ES, Akbar N, Haji. 2018. Pengolahan ikan menggunakan sumber panas bumi di Desa Idamdehe Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 21(3): 547-553.

Bintang MY, Pongoh J, Onibala H. 2013.Konstruksi dan kapasitas alat pengering ikan tenaga surya sistem bongkar pasang. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 1(2): 40-43.

Dahuri R, Rais J, Ginting SP, Sitepu MJ. 2008. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu. Jakarta(ID): PT Pradnya Paramita.

DOE National Laboratory. 2004. Geothermal Technologies Program : Direct Use. Washington(US): Department of Energy.

Freddy M, Syahrul, Dahlia. Kajian pengolahan ikan pora-pora (Mystacoleucus padangesis) asap dengan asap cair menggunakan alat pengering sumber panas berbeda. Jurnal online mahasiswa fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas riau. 1(2): 1-10.

Ghazali RR, Swastawati F, Romadhon . 2014. Analisa tingkat keamanan ikan manyung (Arius thalassinus) asap yang diolah dengan metode pengasapan berbeda. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(4): 31-38.

Girrard JP. 1992. Technology of meat and meat products. New York(US): Ellis Horwood.

Hutabara S, Evans SM. 2006. Pengantar oseanografi. Jakarta(ID): UI Press.

Imbir E, Onibala N, Pongoh J. 2015. Studi pengeringan ikan layang (Decapterus sp.) asin dengan penggunaan alat pengeringan surya. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 3(3): 13-18.

Irawan A. 1997. Pengawetan ikan dan hasil perikanan. Solo(ID): Penerbit CV Aneka.

Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. 2017. Potensi panas bumi Indonesia jilid 2. Jakarta(ID): Direktorat Panas Bumi , Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

[KKP]Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2015. Kelautan dan perikanan dalam angka 2015. Jakarta(ID): Pusat Data Statistik dan Informasi.

Majanasastra RBS. 2016. Analisis sifat mekanik dan struktur mikro hasil proses hydroforming pada material tembaga (Cu) C84800 dan aluminium Al 6063. Jurnal Imiah Teknik Mesin. 4(2): 15-30.

Mulyana C, Nurhilal O, Saad AH, Taufik A. 2014. Prediksi penurunan uap pembangkit listrik tenaga geotermal dihubungkan dengan strategi pemeliharaan di masa yang akan datang. Berkala Fisika. 17(2): 73-78.

Mulyana C, Luthfi N, Saad AH. 2017. Model pendayagunaan energi geotermal entalpi rendah (direct-use) di Jawa Barat. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika. (1): 11 – 23.

Nontji A. 2007. Laut Nusantara. Jakarta(ID): Djambatan.

Prasetyo DYB, Darmanto YS, Swastawati F. 2015. Efek perbedaan suhu dan lama pengasapan terhadap kualitas ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) cabut duri asap. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 4(3): 94-98.

Rompas RM, Hutabarat S, Rompas JR. 2008. Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta(ID): Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia.

Rosli LR. 2005. Penyelidikan magnet daerah panas bumi akesahu Pulau Tidore, Provinsi Maluku Utara. Pemaparan Hasil Kegiatan Lapangan Subdit Panas Bumi 2005.

Setiawan S. 2012. Energi panas bumi dalam kerangka MP3EI :Analisis terhadap prospek, kendala, dan dukungan kebijakan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan. 20(1): 1-28.

Suharmanto P, Fitria AN, Ghaliyah S. 2015.Indonesian geothermal energy potential as source of alternative energy power plant. KnE Energi. 1: 119-124.

Sukendar PM, Sasmito B, Wijaya AP. 2016.Analisis sebaran kawasan potensial panas bumi Gunung Salak dengan suhu permukaan, indeks vegetasi dan geomorfologi. Jurnal Geodesi Undip.5(2): 66-75.

Sulistijowati RS, Djunaedi OS, Nurhajati J, Afrianto E, Udin Z. 2011. Mekanisme pengasapan ikan. Bandung(ID): Unpad Press.

Sundhoro H. 2005. Geologi panas bumi daerah Akesahu, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Pemaparan Hasil Kegiatan Lapangan Subdit Panas Bumi 2005.

Surana T, Atmojo JP, Suyanto, Subandriya A. 2010. Development of geothermal energy direct use in Indonesia. GHC BULLETIN:11-15.

Syuhada A, Sary R, Purba R. 2012. Perancangan dan pengujian sistem pengering ikan memanfaatkan sumber energi panas bumi Ie-Suum Kabupaten Aceh Besar.Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI7) 2012: 68-75.

Tuyu A, Onibala H, Makapedua DM. 2014. Studi lama pengeringan ikan selar (Selaroides sp.) asin dihubungkan dengan kadar air dan nilai organoleptik. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 2(2): 20-26.

Wibisono MS. 2011. Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta(ID): UI Press.

Yani E, Abdurrachim, Pratoto A. 2009. Perhitungan efisiensi kolektor surya pada pengering surya tipe aktif tidak langsung. Jurnal Teknik. 31: 26-33.

Yuliastri V, Suwandi R, Uju. 2015. Hasil penilaian organoleptik dan histologi lele asap pada proses pre-cooking. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 18(2): 190-204.

Published
2019-12-31