Efektifitas Larutan Alkali pada Proses Deasetilasi dari Berbagai Bahan Baku Kitosan

  • Mursida Mursida Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Jalan Poros Makassar Parepare Km.83. Kec.Mandalle Kab.Pangkep 90655 Sulawesi Selatan Telepon (0410)2312703, 2312704 Fax. (0410)2312705
  • Tasir Tasir Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Jalan Poros Makassar Parepare Km.83. Kec.Mandalle Kab.Pangkep 90655 Sulawesi Selatan Telepon (0410)2312703, 2312704 Fax. (0410)2312705
  • Sahriawati Sahriawati Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Jalan Poros Makassar Parepare Km.83. Kec.Mandalle Kab.Pangkep 90655 Sulawesi Selatan Telepon (0410)2312703, 2312704 Fax. (0410)2312705
Keywords: Cangkang bekicot, kepiting bakau, kerang hijau, rajungan, Kulit udang

Abstract

Bahan organik utama yang terdapat pada kelompok hewan crustaceae, insekta, fungi, moluska,
arthropoda disebut kitin. Serbuk kitin dideasetilasi untuk memperoleh senyawa kitosan. Karakterisasi
kitosan yang sangat penting adalah derajat deasetilasi (DD) yang tergantung pada jenis bahan baku dan
proses produksinya. Deasetilasi merupakan proses penghilangan gugus asetil dengan cara penambahan
larutan alkali. Efektifitas jenis alkali pada beberapa sumber perlu diteliti untuk mendapatkan kemurnian
kitosan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis alkali (NaOH, KOH dan CaOH2)
yang paling efektif pada proses deasetilasi serbuk kitin serta menentukan karakteristik kitosan yang
dihasilkan. Sumber kitin yang di deasetilasi dari cangkang kepiting bakau, cangkang rajungan, kulit udang
windu, kulit udang vannamei, cangkang kerang hijau dan cangkang bekicot. Penelitian terdiri atas dua tahap,
tahap pertama adalah preparasi bahan baku dan analisis kandungan kimia bahan baku, sedangkan tahap
kedua yaitu produksi dan karakterisasi kitosan. Analisis yang dilakukan terdiri dari analisis kandungan
kimia, derajat deasetilasi dan kadar N kitosan. Hasil penelitian menunjukan Karakteristik kitosan yang
dihasilkan yaitu rendemen 4,25-28,43%, abu 0,42-1,30%, N-total 5,08-5,73%, derajat deasetilasi 83,40-
83,45%. NaOH merupakan alkali yang cenderung lebih baik memberikan derajat deasetilasi kitosan
tertinggi dari masing-masing sumber bahan baku kitosan.

Published
2018-08-20