Pengembangan Produk Minuman dari Daging Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Beku

  • Nuri Andarwulan (SCOPUS ID: 6507507623) Department of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University
  • Fadhilah Nur’Azizah
  • Sutrisno Koswara
Keywords: formulation, mangosteen fruit juice, ready to drink, storage stability

Abstract

Mangosteen peel extract is manufactured as nutraceutical with high antioxidant properties. The industry does not process the flesh of the mangosteen fruit yet. The aim of this research was to study the formulation of ready to drink (RTD) mangosteen fruit juice and the stability of its product during storage. The RTD was processed with a hot fill protocol. The organoleptic liking rate of three fruit juice formulas was 5.36 to 5.74 on a scale of 7. The selected formula consisted of fruit pulp and water in the ratio of 1:2.33 or 300:700 g, sugar 70 g, dark red synthetic colorant 0.0680 g, artificial mangosteen flavoring 2.0 g, CMC 0.25 g, ascorbic acid 0.25 g, and sodium benzoate 0.10 gin the total weight of the mangosteen fruit juice of 1 000 g. The physicochemical characteristics (pH, viscosity and total soluble solid) of mangosteen fruit juice decreased during storage. The microbiological characteristic of raw mangosteen pulp and its RTD complied with  BSN standard (2014) for fruit juice products.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriani D. 2008. Formulasi Sari Buah Jeruk Pontianak (Citrus nobilis var. Microcarpa) dengan Aplikasi Metode Lye Peeling sebagai Upaya Penghilangan Rasa Pahit pada Sari Buah Jeruk. [Skripsi]. Bogor: Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

[BAM] Bacteriological Analytical Manual Online. 2001. Aerobic plate count. Center for Food Safety and Applied Nutrition. USA: U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/food/labora-tory-methods-food/bacteriological-analytical-manu-al-bam#archive.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013a. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pembawa. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013b. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penstabil. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013c. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 36 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013d. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 37 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2013e. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 38 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Antioksidan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2014. SNI 3719-2014 Minuman Sari Buah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2006. SNI 01-2346-2006 Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2000. SNI 06-6441-2000. Metode Pengujian Viskositas Aspal Minyak Dengan Alat Brookfield Termosel. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Farikha IN, Anam C, Widowati E. 2013. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penstabil alami terhadap karakteristik fisikokimia sari buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) selama penyimpanan. J Teknologi Hasil Pertanian 2(1): 30-38.

[FSSAI] Food Safety and Standards Authority of India. 2012. Manual of Methods of Analysis of Foods. New Delhi (IN): Food Safety and Standards Authorityof India, Ministry of Health and Family Welfare Government of India.

Iswari K, Harnel, Afdi E, Azman FA, Aswardi. 2006. Kajian Teknologi Pengolahan Manggis Mendukung Agribisnis Manggis di Sumbar. Laporan Hasil Penelitian BPTP Sumbar, T. A.

Pedraza-Chaverri J., Cardenas-Rodriguez N, Orozco-Ibarra M, Perez-Rojas JM. 2008. Medicinal proper-ties of mangosteen (Garcinia Mangostana). Food Chem Toxicol 46(10): 3227-39. DOI: 10.1016/j.fct.2008.07.024.

Suvarnakuta P, Chaweerungrat C, Devahastin S. 2011. Effects of drying methods on assay and antioxidant activity of xanthones in mangosteen rind. Int J Food Chem 125(1): 240-247. DOI: 10.1016/j.foodchem.2010.09.015.
Published
2020-08-19
How to Cite
Andarwulan, N., Nur’Azizah, F., & Koswara, S. (2020). Pengembangan Produk Minuman dari Daging Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Beku. Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality, 7(1), 1-6. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmpi/article/view/32181