Ful llment of Food Labeling Regulations Requirements for Small Medium Enterprises (SMEs) Products in Bogor

Wiwit Arif Wijaya, Winiati P Rahayu

Abstract


Abstract. This research was aimed to evaluate the degree of ful llment of food product labels requirements by Small Medium Enterprises (SMEs) in Bogor compared with existing regulations (Indo- nesian Act Number 18 of 2012). Samples were chosen from three major SMEs products in Bogor, which were our products; grains and tubers products and softdrink and powdered beverages. Four groups of elements were tested: (1) technical labeling, (2) content format, (3) minimum information displayed, and (4) prohibited information. The results showed the level of ful llment for those three types of products were: (1) technical labeling: 44, 45, and 73%, (2) format content: 75, 80, and 60%, (3) minimum information: 69, 64, and 66%; and 4) the level of ful llment of not give prohibited information: 99, 100, 96%, respectively. The average level of ful llment for those three types of products were 72, 72, and 74%, respectively. This low level of ful llment showed that further development of SMEs is needed, especially about food labelling criteria according to the existing regulations.

Keywords: Label, level of ful llment, regulations, SMEs

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pemenuhan label produk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Bogor dibandingkan dengan regulasi yang berlaku (UU RI No. 18 Tahun 2012). Sampel dipilih dari produk IRTP yang merupakan jenis tiga produk terbanyak di Bogor, yaitu tepung dan hasil olahannya; hasil olahan biji-bijian dan umbi; dan minuman ringan dan minuman serbuk. Terdapat 4 kelompok unsur label yang diuji: (1) teknis pencantuman label, (2) tulisan pada label, (3) keterangan minimum pada label, dan 4) keterangan yang dilarang pada label. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemenuhan ketiga jenis produk tersebut secara berturut-turut: (1) teknis pencantuman label sebesar 44, 45, dan 73%, (2) tulisan pada label sebesar 75, 80, dan 60%, (3) keterangan minimum pada label sebesar 69, 64, dan 66%, dan pemenuhan untuk tidak mencantumkan keterangan yang dilarang pada label (4) ke- terangan yang dilarang pada label sebesar 99, 100, dan 96%. Tingkat pemenuhan pelabelan rata-rata untuk ketiga jenis produk tersebut secara berurut-turut adalah 72, 72, dan 74%. Rendahnya tingkat peme- nuhan pelabelan menunjukkan bahwa masih diperlukannya pembinaan lebih lanjut terhadap IRTP, terlebih mengenai kriteria pelabelan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kata kunci: IRTP, label, regulasi, tingkat pemenuhan

Aplikasi Praktis: Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan dan pertimbangan bagi Dinas Kese- hatan kota Bogor ataupun lembaga terkait lainnya dalam merencanakan program pembekalan yang lebih baik kepada pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) mengenai materi regulasi pelabelan kemasan pangan. Dengan pembekalan tersebut pihak produsen akan mampu menerapkan pelabelan yang baik dan benar pada kemasan produk pangannya sesuai peraturan yang berlaku dan konsumen mendapat informasi yang benar mengenai pangan terkemas dengan cara membaca informasi yang ada pada label.

http://jurnalmutupangan.com/index.php?link=view&id=JMP-04-14-009


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


OJS JMP Copyright 2019

 

Visitor Statistic (Since May 2019)

 

pISSN :  2355-5017

eISSN :  2684-9550

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License