Submissions

Online Submissions

Already have a Username/Password for Jurnal Manajemen dan Organisasi?
Go to Login

Need a Username/Password?
Go to Registration

Registration and login are required to submit items online and to check the status of current submissions.

 

Author Guidelines

Halaman Depan 

 

__________________Judul B. Indonesia__________________ 

________________Judul B. Inggris__________________

 

__________1), __________1*), ___________2) (Penulis)

1)Alamat Instansi Penulis 1

2)Alamat Instansi Penulis 2

 

 

 

ABSTRACT

Objective:

Methodology:

Results:

Practical Implication:

Paper Type:

Keywords:

 

ABSTRAK

Objektif:

Metodologi:

Hasil:

Implikasi Praktis:

Jenis Naskah:

Kata Kunci:

___________________________

*Corresponding author

Alamat e-mail:

 

 

Judul*    : 12 pt ( bold) (center)

Penulis **              : 8 pt (center)

Alamat Instansi   : 8 pt

Judul Abstract/ Abstrak     : 9 pt (blod)(capital) (center)

Isi Abstract/ Abstrak           : 9 pt (italic)

Judul dalam konten Abstract/ Abstrak           : 9 pt (bold)

Corresponding      : 9 pt

 Isi Artikel              : 11 pt

Judul Tabel/ Gambar          : 10 pt (center)

Deskripsi Rabel/ Gambar   : 10 pt

Isi Tabel : 10 pt

Spasi      : 1 pt

Sebelum Paragraf/ Setelah Tabel/ Gambar   : 6 pt

Jenis Huruf           : Times New Roman

 

Judul: ditulis dengan beberapa kata penting yang menarik. Harus ditulis dengan huruf besar (12pt). Jumlah kata dalam judul tidak boleh lebih dari 15 kata.

Penulis: berisi nama, institusi/ perusahaan tempat penulis bekerja, alamat (faks/ telepon, email atau kode pos), dan menyertakan detail kontak untuk korespondensi dengan penulis (8pt).

Abstrak: berisi deskripsi singkat tentang objektif/ pendahuluan, metodologi, hasil, implikasi praktis, jenis naskah, kata kunci yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Huruf Times New Roman, ukuran 9pt (italic untuk yang bahasa Inggris), dan mudah dipahami oleh semua pihak. Kata kunci maksimal lima yang mencerminkan isi artikel.

  

Isi Halaman:

Artikel maksimum 15 halaman. Artikel harus diketik dalam format rich text (.rtf) / Microsoft Word (.doc), ukuran A4, spasi 1 cm menggunakan Times New Roman 11 pt, kecuali 10 pt untuk tabel, margin kiri 4 cm, margin kanan 3 cm, margin atas 3 cm, dan margin bawah 3 cm. Artikel terdiri dari beberapa bab. Bab-babnya adalah:

Pendahuluan: Berisi latar belakang artikel ditulis, tujuan yang ingin dicapai.

Meode Penelitian: Diuraikan secara ringkas, menjelaskna teknik pengambilan data, dan analisis data yang digunakan.

Hasil dan Pembahasan: Hasil menyajikan temuan empiris dari penelitian yang telah dilakukan, sedangkan pembahasan menguraikan hasil yang diperoleh. Dalam pembahasan juga menyajikan hasil yang diperoleh oleh penelitian sebelumnya.

Kesimpulan: Menjawab tujuan penelitian.

Daftar Pustaka: Ditulis sesuai dengan urutan abjad nama penulis.

 

Contoh Halaman Artikel

 

Masalah Keagenan dalam Kontrak Bagi Hasil Perbankan Syariah di Indonesia

Agency Problem in Profit Sharing Contract of Sharia Banks in Indonesia 

Kery Utami1, Budi Purwanto1*, Tubagus Nur Ahmad Maulana2

1)Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB Kampus Dramaga Bogor 16680

2Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Gunung Gede Bogor 16151 

 

ABSTRACT

Objective: The Principle of profit-sharing operation in Sharia bank is often utilized for the financing. However, in its practice, the distribution of Sharia Bank funds can be done at the equivalent cost. This matter might occur due to the agency predicament in which Sharia Commercial Bank become a liaison between the depositor and the debtor who bring money.

Methodology: By conducting panel analysis of regression data at 11 sharia commercial banks in Indonesia during period 2012. Q1-2016.Q4.

Results: It was found that financial problems happen chiefly because of adverse Sharia Banks and moral hazard which intentionally increase financing.

Practical Implication: -

Paper Type: Research Paper

Keywords: agency problem, asymmetric information, non performing financing, profit loss sharing, sharia banking.

 

ABSTRAK

Objektif: Prinsip bagi hasil menjadi dasar operasional Bank Umum Syariah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan. Namun, dalam praktiknya penyaluran pembiayaan Bank Umum Syariah didominasi oleh pembiayaan berbasis jual-beli yang bukan merupakan pembiayaan bagi hasil. Hal ini diduga karena adanya masalah keagenan dalam peran Bank Umum Syariah sebagai mitra baik dengan penabung maupun dengan peminjam dana, yang mengakibatkan tingginya risiko pembiayaan bagi hasil.

Metodologi: Dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah sebagai indikasi terjadinya masalah keagenan dengan metode analisis regresi data panel pada 11 Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2012.Q12016.Q4.

Hasil: Terdapat masalah keagenan oleh nasabah peminjam dana atas ketidakhati-hatian Bank Umum Syariah dalam menyalurka pembiayaa bag hasil.

Implikasi Praktis: -

Jenis Naskah: Makalah Penelitian

Kata Kunci: informasi asimetris, masalah keagenan, sistem bagi hasil, bank syariah

 

*Corresponding author

Alamat e-mail: budipurwanto@apps.ipb.ac.id



PENDAHULUAN

Industri Perbankan Indonesia mengadopsi sistem perbankan ganda yakni Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah yang secara implisit diatur dalam UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan dijabarkan secara rinci dalam Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1992 tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil atau disebut Bank Syariah. Perbedaan utama antar keduanya ialah Bank Konvensional menerapkan sistem perbankan berbasis bunga, sedangkan Bank Syariah menerapkan sistem perbankan bebas bunga (Hassan dan Lewis 2007). Sebagai alternatif sistem bunga pada Perbankan Konvensional, Perbankan Syariah menawarkan sistem bagi hasil atau disebut Profit Loss Sharing (PLS) (Yahya dan Agunggunanto 2011). Prinsip bagi hasil merupakan sebuah perjanjian kontrak diantara dua belah pihak yakni mudharib (pengelola dana) dan sahibul mal (pemilik dana) dimana masing-masing pihak menghimpun sumber daya, menginvestasikannya dalam suatu proyek usaha dan kemudian saling berbagi keuntungan dan kerugian (Hassan dan Lewis 2007).

 

METODE PENELITIAN

Restrukturisasi Pembiayaan (RP)

Merupakan salah satu analisis komponen faktor penentuan kualitas aset untuk mengukur efektifitas kegiatan bank dalam melakukan restrukturisasi penyaluran dana, dengan mengukur perkembangan posisi yang direstrukturisasi terhadap total pembiayaan. Semakin besar pertumbuhan rasio ini mengindikasikan rendahnya kualitas pengambilan keputusan dalam penyaluran pembiayaan sehingga berdampak pada pembiayaan yang harus direstrukturisasi (Kodifikasi PBI). Masalah yang munkin timbul ialah adverse selection dalam penyaluran pembiayaan, dimana nasabah potensial justru beresiko tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa efektifitas kegiatan bank dalam melakukan restrukturisasi  cenderung rendah sehingga meningkatkan pembiayaan bermasalah berkelanjutan. Dengan begitu, pertumbuhan rasio restrukturisasi bisa menjadi sebuah indikasi adanya peningkatan NPF. Secara keseluruhan, definisi operasional  dan pengukuran variabel dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel

Pengukuran Variabel

Arah Pengaruh

Non Performing Financing-profit sharing (NPFps)

 
 

 

 

 

Intensitas Fungsi Agensi (FA)

 

 

Negatif (-)

 

Investment Appeal (IA)

 

Negatif (-)

Financing to Deposit Ratio-profit sharing (FDRps)

 

 

Negatif (-)

Pertumbuhan Restrukturisasi Pembiayaan-profit sharing RPps)

 

 

Positif (+)

Sumber: Kodifikasi PBI

Metode empiris penelitian ini didasarkan pada analisis data panel, bersumber dari laporan keuangan triwulan Bank Umum Syariah yang dipublikasikan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan periode 2012-2016. Analisis ini melibatkan sumber data bersifat antar unit (cross section) terdiri dari 11 Bank Umum Syariah yang dipilih dengan metode purposive sampling dan data bersifat antar waktu (time series) periode 2012.Q1-2016.Q4 atau disebut data panel. Pemilihan model regresi ditentukan oleh jenis data yang digunakan, oleh karena itu metode regresi yang digunakan ialah regresi data panel.  Estimasi regresi data panel dilakukan dengan bantuan software E-views 10. Dengan persamaan model data panel yang digunakan sebagai berikut:

NPFpsit = β0 + β1FAit + β2IAit + β3FDRpsit + β4RPpsit  + ε

Keterangan Variabel:

NPFps  : Non Perfoming Financing profit sharing

FA       : Fungsi Agensi

IA        : Investment Appeal

FDRps : Financing to Deposit Ratio­ profit sharing

RPps    : Restrukturisasi Pembiayaan   profit sharing

Bermula dari pemilihan model estimasi terbaik yakni antara common effect dengan fixed effect melalui uji f-restricted, selanjutnya fixed effect dengan random effect melalui uji hausman dan terakhir random effect dengan common effect melalui uji LM pada masing-masing persamaan. Selanjutnya dilakukan analisis uji signifikansi masing-masing persamaan melalui uji koefisien determinasi dilanjutkan dengan uji hipotesis simultan dan parsial.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut SPS (2016), jumlah Bank Umum Syariah di Indonesia sebanyak 13 bank. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini hanya 11 Bank Umum Syariah. Hal ini disebabkan 2 bank lainnya tidak memenuhi kriteria purposive sampling. Daftar Bank Umum Syariah yang terpilih menjadi sampel ditampilkan pada Tabel 2.

Tabel 2. Daftar sampel Bank Umum Syariah

No

Kode Bank

Nama Bank

Tahun Beroperasi

1

BCAS

PT. BCA Syariah

5 April 2010

2

BJBS

PT. Bank Jabar Banten Syariah

15 Januari 2010

3

BMI

PT. Bank Muamalat Indonesia

1 Mei 1992

4

BMSI

PT. Bank Mega Syariah Indonesia

25 Agustus 2004

5

BNIS

PT. Bank BNI Syariah

19 Juni 2010

6

BRIS

PT. Bank BRI Syariah

17 November 2008

7

BSM

PT. Bank Syariah Mandiri

1 November 1999

8

BUKOPINS

PT. Bank Syariah Bukopin

9 Desember 2008

9

MYBS

PT. Maybank Syariah Indonesia

11 Oktober 2010

10

PANINS

PT. Bank Panin Syariah

2 Desember 2009

11

VICTORIAS

PT. Bank Victoria Syariah

1 April 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: SPS 2016

Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah, dimana aturan perjanjian antara bank dan pihak lain untuk menghimpun dana dan menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya dinyatakan sesuai dengan syariah.

 

Gambar 2. Sumber Dana Bank Syariah

Sumber dana yang dihimpun oleh Bank Umum Syariah dikategorikan dana non profit sharing dan dana profit sharing dengan tren dominasi sumber dana menunjukkan bahwa sebagian besar sumber dana Bank Syariah berasal dari dana profit sharing (Gambar 2) yang mana dana ini dihimpun, dikelola dan dikembalikan berdasarkan prinsip bagi hasil. Tingginya sumber dana profit sharing menunjukkan kemampuan fungsi agensi Bank Syariah. berdasarkan persamaan regresi data panel membuktikan bahwa setiap kenaikan Fungsi Agensi akan menurunkan NPFps atau dapat pula menaikkan NPFps apabila Fungsi Agensi menurun.

Berdasarkan rata-rata fungsi agensi masing-masing bank pada Gambar 3 menunjukkan bahwa Fungsi Agensi dan pembiayaan bermasalah masuk dalam kuadran Higher FA-Lower NPFps.  Semakin tinggi Fungsi Agensi disalurkan ke pembiayaan PLS, NPFps semakin rendah karena dalam hal bank mengalokasikan dana untuk pembiayaan bagi hasil, maka bank bertanggung jawab atas likuiditas dana tersebut, karena pembiayaan bagi hasil terjadi berdasarkan distribusi keuntungan dan kerugian bersama (Usanti 2006). Oleh karena itu, Bank Syariah sebagai mudharib menjadi wali amanah yang harus berhati-hati dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang timbul akibat kesalahan atau kelalaiannya guna meminimalisir risiko.

Gambar 3. Fungsi Agensi Bank Syariah dan Non Performing Financing Profit Sharing

 

 

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis model regresi data panel, dari keempat variabel pengukuran indikasi masalah keagenan disimpulkan bahwa Fungsi Agensi dan investment Appeal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPFps, sementara dua variabel lainnya yakni FDRps dan Pertumbuhan Restrukturisasi Ppembiayaan bagi hasil, tidak berpengaruh signifikan terhadap NPFps. Dalam hal penyaluran pembiayaan, bank menerima risiko pembiayaan bermasalah oleh debitur baik secara langsung ataupun tidak langsung. Adanya masalah keagenan yakni moral hazard langsung oleh bank sebagai agen dimana fungsi agensi sebagai kemampuan bank dalam hal sumber dana, memberikan peluang atas ketidaksesuaian penggunaan sumber dana profit sharing pada penyaluran pembiayaan non profit sharing-murabahah. Juga dapat ditunjukkan bahwa bank risk averse terhadap pembiayaan PLS dilihat dari rendahnya pemanfaatan dana pihak ketiga yang disalurkan pada pembiayaan PLS. Selain itu, adanya peluang excessive risk taking dalam memperoleh return untuk deposan dan tingginya pemanfaatan return pembiayaan non-PLS atas pengembalian deposan profit sharing. Hal ini menjadi bukti bank memilih pembiayaan murabahah untuk mengantisipasi risiko likuiditas atas fungsi agensi dan pengembalian kepada deposan (Investment Appeal).

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdel  KR, Archer S. 2006. On capital structure, risk sharing and capital adequacy in Islamic Banks. International Journal of Theoretical and Applied Finance. 9:269-280. Aggarwal RK, Yousef  T. 2000. Islamic Bank and Investment financing. Journal of Money, Credit and Banking. 32(1):93-120.

Ardiansyah M. 2014. Bayang-Bayang Teori Keagenan pada Produk Pembiayaan Perbankan Syariah. Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan: ISSN 1411-9544.

Astrini KS, Suwendra IW,  Suwarna IK. 2014. Pengaruh CAR, LDR, dan bank size terhadap NPL pada lembaga perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Manajemen. 2(1).

Bank Indonesia. Statistik Perbankan Syariah 2014-2016. [diunduh 2017 April 25].

Bank Indonesia. Kodifikasi Peraturan Bank Indonesia: Penilaian Tingkat Kesehatan Bank. [diunduh 2017 Agustus 2].

Dar HA, Presley JR. 2011. Lack of Profit Loss Sharing in Islamic Banking: Management and Control Imbalances. International Journal of Islamic Financial Services. 2(2):1-18.

Eisenhardt KM. 1984. Agency Theory: An Assessment and Review. The Academy of Management Review. 14(1):57-74.

El-Tiby AM. 2011. Islamic Banking: How to Manage Risk and Improve Profitability. New Jersey (US): John Wiley & Sons.

Farag H. 2016. Corporate governance in Islamic financial institutions: what have we learnt? in Mallin C. A. (Ed) Handbook on Corporate Governance in Financial Institutions. Cheltenham (UK): Edward Elgar.

 

 

Submission Preparation Checklist

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.

  1. The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
  2. The submission file is in Microsoft Word, RTF, or WordPerfect document file format.
  3. Where available, URLs for the references have been provided.
  4. The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
  5. The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines, which is found in About the Journal.
  6. If submitting to a peer-reviewed section of the journal, the instructions in Ensuring a Blind Review have been followed.
 

Privacy Statement

The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party.