Beberapa Metode Pemecahan Dormansi Benih Leucaena leucocephala (Lmk. de Witt.) dan Beberapa Fungi Patogenik yang Berasosiasi dengan Benih (Some Methods for Breaking the Seed Dormancy of Leucaena leucocephala (Lmk. de Witt.) and Some Pathogenic Fungi Asso

  • I G.K. Tapa Darma

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan (1) metode pemecahan dormansi benih dan (2) menentukan fungi patogenik yang berasosiasi dengan benih. Pemecahan dormansi dengan perendaman benih dalam asam sulfat 65-75% selama 25-35 menit sangat efektif untuk benih no. 3, kurang efektif untuk benih no. 4, tidak efektif untuk benih no. 2 dan mematikan benih no. 1. Akan tetapi untuk semua tingkat kemasakan, makin tinggi konsentrasi asam sulfat atau makin lama perendaman benih dalam asam sulfat, makin tinggi daya berkecambah benih. Terdapat interaksi antara tingkat kemasak-an benih dengan konsentrasi asam sulfat. Metode pemecahan dormansi dengan skarifikasi memakai “sample seed huller” dengan tiga kali pelewatan cukup efektif untuk benih no. 2, no. 3 dan no. 4. Perlakuan yang sama mengakibatkan semua benih no. 1 menjadi rusak. Perendaman benih dalam air mendidih selama 24 jam juga efektif, kecuali untuk benih no. 1 yang menjadi rendah daya berkecambahnya sesudah perlakuan tersebut. Pemecahan dormansi dengan penempatan benih pada 400 C selama 24 jam kurang efektif. Fungi patogenik yang berasosiasi dengan benih adalah : Aspergillus sp., Penicillium sp., Colletotrichum sp., Pythium sp. dan satu jenis yang tidak dikenal (species X), menyebabkan kerusakan pada benih.
How to Cite
Darma, I. G. T. (1). Beberapa Metode Pemecahan Dormansi Benih Leucaena leucocephala (Lmk. de Witt.) dan Beberapa Fungi Patogenik yang Berasosiasi dengan Benih (Some Methods for Breaking the Seed Dormancy of Leucaena leucocephala (Lmk. de Witt.) and Some Pathogenic Fungi Asso. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 8(1). Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/jmht/article/view/2748
Section
Articles