TINGKAT PEMANFAATAN PAKAN DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR SERTA ESTIMASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei, Boone 1931) PADA SISTEM INTENSIF

  • Tatag Budiardi
  • Chairul Muluk
  • Bambang Widigdo
  • Kardiyo Praptokardiyo
  • Dedi Soedharma

Abstract

ABSTRAK
Penelitian tingkat pemanfaatan pakan dan kelayakan kualitas air serta estimasi pertumbuhan dan produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada sistem intensif telah dilakukan di Pelabuan Ratu, Jawa Barat pada bulan Mei sampai Agustus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pemanfaatan pakan dan kelayakan kualitas air pada sistem budidaya udang vaname intensif. Penelitian ini didasarkan pada observasi enam tambak selama satu masa pemeliharaan (100 hari) dengan desain kausal dan metode ex postfacto
untuk mendapatkan data kualitas air dan produksi udang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penurunan kualitas air mulai terjadi pada pemeliharaan hari ke-40 dan terus menurun sampai akhir pemeliharaan. Tingkat pemanfaatan pakan yang tinggi menghasilkan kelayakan kualitas air dan laju pertumbuhan yang tinggi sehingga menghasilkan produksi biomassa udang yang tinggi. Model hubungan jumlah pakan yang diberikan (x) dan biomassa yang dihasilkan (y) berupa regresi kuadratik y = 0.00006x2 + 1.3506x + 7.3864 (R2 = 0.9801) sehingga biomassa maksimum tercapai pada 7 593 kg dengan pemberian pakan sebanyak 11 255 kg atau FCR sebesar 1.48.
Kata kunci: sistem intensif, udang, pakan, kualitas air, biomassa, tambak.

ABSTRACT
A study on feed utilization, and the suitability of water quality and the estimation of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) growth and production of an intensive system was conducted in Pelabuan Ratu, West Java during Mei-Agustus. The research was aim at evaluating feeding practices, and suitability of its water quality obtained. This study was based on observations six ponds during one growout period (100 days) with causal design and ex post-facto method to obtain data on water quality and production. The result showed that degradation of water quality occurred not until the 40th day of cultivation, and progressively decreased up to the end of the growout period. The high level of feed utilization produced suitable water quality, and high shrimp growth rates, thus, yielding high shrimp biomass. Feed-shrimp biomass relationship could be expressed by the following quadratic regression: y = 0.00006x2 + 1.3506x + 7.3864 (R2 = 0.9801), from which the maximum shrimp biomass was reached at 7 593 kg on 11 255 kg feed, giving a feed conversion ratio of 1.48.
Keywords: intensive system, shrimp, feed, water quality, biomass, tambak.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2012-10-17