Pengaruh Pendinginan Daerah Perakaran terhadap Produksi Cabai (Capsicum annuum L.) di dalam Rumah Tanaman Kawasan Tropika

Wenny Amaliah, Muhamad Syukur, Herry Suhardiyanto

Abstract


ABSTRACT
Cultivation of chili plants in the tropical greenhouse requires cooling as a solution of high temperature inside the greenhouse. One of the cooling system can be applied is root zone cooling. The aim of this research is to apply root zone cooling system to cultivation of chili plant in tropical greenhouse with substrate system, and to know the influence root zone cooling system on growth and productivity of chili plant. Plants are cultivated with a hydroponics substrate system using a drip irrigation system where the cooling pipe is buried inside the substrate medium. First treatment is cooling the root zone with cooled water and the substrate temperature of root zone cooling was 14.1-26.9 0C (CH treatment). Second treatment is cooling the root zone with no cooled water (ambient temperature), and the substrate temperature was 24.8-34.2 0C (NC treatment). The air temperature inside greenhouse was 29.4 0C and 24.7 0C, day and night. Due to lack of intensity of sunlight into the greenhouse, the plants sustain etiolating. However CH treatment produced higher fruit weight per plant compared with NC treatment. The weight of fruit per plant is 873.60 g and 546.00 g, for CH and NC respectively. The fruit size in the CH treatment also produced longer and heavier fruits than the NC treatment.
Keywords: hydroponics of pepper, productivity, root temperature


ABSTRAK
Budidaya tanaman cabai di dalam rumah tanaman daerah beriklim tropis membutuhkan pendinginan sebagai solusi tingginya suhu udara di dalam rumah tanaman. Pendinginan yang dapat diterapkan salah satunya yaitu dengan pendinginan terbatas di daerah perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik pendinginan daerah perakaran pada budidaya tanaman cabai di dalam rumah tanaman iklim tropika basah dengan sistem substrat, serta untuk mengetahui pengaruh pendinginan daerah perakaran pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai. Tanaman dibudidayakan dengan sistem hidroponik substrat dan sistem irigasi tetes yang di dalam media tanam dibenamkan pipa pendingin. Perlakuan pertama adalah pendinginan daerah perakaran dengan air yang didinginkan dan suhu media tanam yang didinginkan berkisar antara 14.1-26.9 0C (perlakuan CH). Perlakuan kedua adalah pendinginan daerah perakaran dengan air yang tidak didinginkan (suhu lingkungan) dengan kisaran suhu media tanam sebesar 24.8-34.2 0C (perlakuan NC), dengan suhu udara rata-rata 29.4 0C pada siang hari dan 24.7 0C pada malam hari. Tanaman mengalami etiolasi akibat kurangnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah tanaman. Perlakuan CH menghasilkan bobot buah per tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan NC. Bobot buah per tanaman sebesar 873.60 g dan 546.00 g, untuk CH dan NC berturut-turut. Ukuran buah pun pada perlakuan CH menghasilkan buah yang lebih panjang dan lebih berat dari pada perlakuan NC.
Kata kunci: hidroponik cabai, produktivitas, suhu zona perakaran


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29244/jhi.9.2.139-147

 

Editorial Office:

Department of Agronomy and Horticulture

Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University

Wing 3 Level 6 Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Telp (0251) 8422889, email : jhi.perhorti@gmail.com

 

Copyright Notice: 

All publications by Jurnal Hortikultura Indonesia (Indonesian Journal of Horticulture) 

[p-ISSN:  2087-4855, e-ISSN:  2614-2872] is licensed under a CC BY-NC-SA Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License.





.
View JHI Statistics