NAA Lebih Efektif Dibanding IBA untuk Pembentukan Akar pada Cangkok Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry)

Agustiansyah ,, Jamaludin ,, Yusnita ,, Dwi Hapsoro

Abstract


ABSTRACT
A study to determine the effect of auxin talcum on rooting of air layered malay apple (Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry) was conducted from March to May 2016. The experiment was arranged in a randomized complete block design with three replications, five branches per experimental unit. Auxin talcum treatment consisting of 7 level of auxin concentrations, i.e., (in ppm) 0 (control), 2000 IBA, 4000 IBA, 2000 NAA, 4000 NAA, 1000 NAA + IBA 1000 and 2000 IBA + 2000 NAA in the form of talcum-paste were applied in the upper region of the girdled branches prior to being covered with soil medium. The results showed that after two months, all treatments containing NAA, either singly or in combination with IBA produced 100% rooting, whereas the control treatment was only 22%. The IBA treatments singly at 2000 and 4000 ppm produced 44.4% and 55.6% rooting, respectively. The superiority of NAA upon IBA treatments was also shown by the higher number and length of primary roots as well as earlier root formation. The best treatment for Malay apple rooting was 4000 ppm NAA which produced 33.3 roots, and formed roots three weeks earlier than the control treatment.
Key words: air layering, auxin, IBA, NAA, rooting
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh formulasi pasta auksin yang mengandung IBA, NAA atau kombinasi keduanya terhadap pengakaran cangkok jambu bol (Syzygium malaccense L.) Merr. & Perry). Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2016 menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan, 5 cabang cangkokan per unit percobaan. Perlakuan terdiri atas 7 taraf konsentrasi auksin (dalam ppm) yaitu 0 (kontrol), 2000 IBA, 4000 IBA, 2000 NAA, 4000 NAA, 1000 NAA + IBA 1000 dan 2000 IBA + 2000 NAA. Hasil pengamatan pada dua bulan setelah perlakuan, semua perlakuan yang mengandung NAA, baik secara tunggal maupun dalam kombinasi dengan IBA menghasilkan 100% cangkok berakar, sementara kontrol hanya menghasilkan 22%, dan perlakuan IBA saja pada 2000 dan 4000 ppm menghasilkan 44.4% and 55.6% cangkok berakar. Efektivitas NAA yang lebih tinggi dibandingkan IBA juga ditunjukkan oleh lebih tingginya jumlah akar, panjang akar dan waktu terbentuknya akar yang lebih awal dibandingkan kontrol. Perlakuan auksin terbaik didapatkan pada 4000 ppm NAA yang menghasilkan 33.3 akar primer dan mempercepat terbentuknya akar hingga tiga minggu lebih awal dibandingkan dengan pada cangkok tanpa auksin.
Kata kunci: auksin, cangkok, IBA, NAA, pengakaran

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jhi.9.1.%25p

 

Editorial Office:

Department of Agronomy and Horticulture

Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University

Wing 8 Level 3 Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Telp (0251) 8629353, email : jhi.perhorti@gmail.com

 

Copyright Notice: 

Creative Commons License
All publications by Jurnal Hortikultura Indonesia (Indonesian Journal of Horticulture) 

[p-ISSN:  2087-4855, e-ISSN:  2614-2872] is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License.





.
View JHI Statistics