Study of the Influence Hormone LHRH-a and 17a-MT of Hemocytology on Orange Spot Grouper Broodstock, Epinephelus coioides

  • F. Johnny Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol PO BOX 140 – Singaraja 81101 – Bali
  • A. Priyono Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol PO BOX 140 – Singaraja 81101 – Bali
  • D. Roza Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol PO BOX 140 – Singaraja 81101 – Bali

Abstract

An experiment to study the influence of the chronic hormone LHRH-a and 17a-MT on haematology orange spot grouper, Epinephelus coioides broodstock was conducted at Gondol Research Institute for Mariculture, Bali.  Fish weights were ranged 4.7-10.4 kg (female) and 10.4-17.8 kg (male).  The females broodstock was treated by hormone 17a-MT with dosage 50 mg/kg body weight, and males was by hormone LHRH-a with dosage 50 and 100 mg/kg body weight.  Fish were kept on two concrete tank contained 100 m3 sea water and 2 meters depth and density 15 fishes/tank,  male ratio and female was 1 : 2.  Hormone treatment was peformed every two months until six months culture.  Blood were collected before treatment by hormone and every two months.  Hemocytology parameters measured were hematocrit, hemoglobin, total erythrocyte, and total leucocyte.  Result of the average indicator of hemacytology to influence on haemological parameters.

Keywords:  Epinephelus coioides, chronic hormone, hemocytology, orange spot grouper broodstock.

 

ABSTRAK

Suatu percobaan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh  hormon LHRH-a dan 17a-MT terhadap keragaan hemositologi induk ikan kerapu lumpur, Epinephelus coioides telah dilakukan di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Bali.  Ikan uji yang digunakan adalah induk ikan kerapu lumpur kelamin betina dengan bobot antara 4,7-10,4 kg dan induk kelamin jantan dengan bobot antara 10,4-17,8 kg.  Ikan uji dipelihara dalam bak beton volume 100 m3 dengan kepadatan 15 ekor/bak, dilengkapi aerasi dan pergantian air sistim mengalir.  Induk kelamin betina diberikan perlakuan implantasi pelet hormon LHRH-a dosis 50 mg/kg bobot, dan induk kelamin jantan dengan hormon 17a-MT dosis 50 dan 100 mg/kg bobot ikan.  Implantasi dilakukan setiap 2 bulan, pada awal percobaan (sebelum perlakuan hormon/bulan ke-0), bulan ke-2, bulan ke-4, dan bulan ke-6 dilakukan sampling darah untuk pengujian keragaan hemositologi, meliputi; persentase hematokrit, kadar nilai hemoglobin, jumlah total eritrosit, dan jumlah total leukosit.   Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan hormon LHRH-a pada induk ikan kerapu lumpur kelamin betina dan hormon 17a-MT pada induk ikan kerapu lumpur kelamin jantan berpengaruh terhadap keragaan hemositologi.

Kata kunci:  Epinephelus coioides,  hemositologi, hormon kronik, induk ikan kerapu lumpur

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2007-01-01
How to Cite
[1]
JohnnyF., PriyonoA. and RozaD. 2007. Study of the Influence Hormone LHRH-a and 17a-MT of Hemocytology on Orange Spot Grouper Broodstock, Epinephelus coioides. Jurnal Akuakultur Indonesia. 6, 1 (Jan. 2007), 27-35. DOI:https://doi.org/10.19027/jai.6.27-35.