Sistisekrosis pada Babi di Bali

Nyoman Sadra Dharmawan, Emir A.A. Siregar, Simon He, Krisna M. Hasibuan

Abstract


Telah dilakukan penelitian terhadap 5630 ekor babi yang dipotong di Rumah Potong Hewan Denpasar. Tujaun penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi sistiserkosis dan beberapa aspek epidemiologi yang mendukung kejadian tersebut.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tujuh ekor (0.012%) babi terinfeksi Cysticercus cellulosae. Infeksi ini hanya ditemukan pada babi-babi lokal yang dipelihara secara tradisional. Sedangkan C. tenuicollis ditemukan pada 932 ekor babi (16.5%), Infeksi ini terdapat baik pada babi-babi lokal persilangan maupun pada babi-babi yang berasal dari Jawa. Prevalensi pada babi asal Bali (18.1%) sangat nyata lebih tinggi (P < 0.01) dibandingkan dengan prevalensi pada babi asal Jawa (6.3%). Prevalensi pada babi-babi lokal persilangan asal Bali (19.42%) juga berbeda sangat nyata (P< 0.01) dengan prevalensi pada babi ras asal Bali (8.77%).

Hasil pengamatan di lapangan menunjukan bahwa faktor epidemiologi lainnnya yang berpengaruh terhadap kejadian tersebut adalah akibat sistem pemeliharaan ternak dan sanitasi lingkungan asal babi yang terinfeksi masih kurang baik. 


Full Text:

PDF