Sifat serologik sejumlah isolat gumboro yang berasal dari wilayah padat ternak ayam di Indonesia

Retno Soejoedono, H.M. Partadiredja ., C.S. Leksmono .

Abstract


Biakan sel fibroblas embrio ayam yang dibuat dari embrio berumur 9 sampai 10 hari, yang bebas patogen tertentu digunakan untuk mengisolasi virus IBD dari beberapa tempatdi pulau Jawa, Medan, Lampung, Bali dan Maros. Virus diisolasi dari bursa Fabricius ayam penderita IBD. Sedangkan sera hiperimun dibuat dari cavia yang disuntik dengandosis 104 sampai 106 TCID50 masing-masing isolat virus. Uji netralisasi virus dilakukan dengan cara virus konstan dan antibodi bervariasi. Dari hasil uji netralisasi dan uji keterkaitan antigen dari 25 isolat virus yang telah dimurnikan terhadap ke 25 serum kebalnya dapat ditetapkan 3 isolat virus IBD yang tidak mempunyai keterkaitan antarasatu dengan lainnya. Ketiga isolat itu merupakan subtipe yang berbeda dan dapat digunakan sebagai bakal virus bibit untuk membuat vaksin. Diharapkan bahwa vaksin yang dibuat dari ketiga virus Gumboro tadi, tidak hanya mampu mencegah penyakit karena infeksi virus IBD yang 25 isolat itu, tetapi juga akibat virus IBD lainnya yang ada di Indonesia. Vaksin tersebut akan merupakan kombinasi dari 3 isolat virus 19.13 dan 11 atau 19.5 dan 11.

Full Text:

PDF