Peranan mitoksin dalam industri makanan ternak

Sukardi Hastiono

Abstract


Dalam rekomendasi khusus konperensi mikotoksin yang diselenggarakan di Nairobi Kenya tahun 1977, antara lain ditekankan peprlunya peningkatan usaha mencegah berkembangnya mikotoksin, baik pada bahan pangan maupun pakan dna produk-produknya, di samping pengawasan dan pengendalianyang ketat terhadap pencemaran mikotoksin kemudianmerupakan masalah dunia yang penting dan harus ditangani secara bertanggung jawab mulai dari jalur petani ke perusahaan sampai jalur perusahaan ke konsumen. Bagi negara-negara tropik seperti Indonesia, penanganan secara bersungguh-sunggguh perlu diperhatikan, jika tidak menghendaki akibat-akibat negatif daripadanya.

MikotoksinĀ  itu sendiri merupakan penamaan umum bagi produk-produk toksin dari cendawan dalam proses perombakan substrat, dan sebagai pencemar hasil-hasil pertanian, terutama serelia dan kacang-kacangan, mikotoksin ini selalu ditemukan di dalamnya.

Beberapa hasil penelitian yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan RI menyebutkan tingginya kadar aflatoksin dalam bahan pangan tertentu. Kadar itu menjadi lebih tinggi melampaui kadar minimum yang diperbolehkan untuk konsumsi, apabila cara-cara penyimpanan dan penanganannya tidak diperhatikan.


Full Text:

PDF