KIVSL-1 Anestesi Kombinasi pada Badak Sumatra: Prosedur Awal Koleksi Sperma menggunakan Elektroejakulator

Avinta Nilam Wahyu Yudhichia, Ni Made Ferawati, Zulfi Arsan, Sumadi Hasmaran, Scott Citino, Benn Bryant

Abstract


Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatraensis) merupakan salah satu satwa liar yang populasinya didunia semakin menurun dengan status konservasinya Critically endangered atau sangat terancam punah. Populasi badak Sumatra saat ini adalah kurang dari 100 ekor (Miller PS et al. 2015). Penurunan populasi badak sumatra diakibatkan oleh beberapa hal yaitu perburuan liar, perdagangan ilegal, perusakan atau degradasi habitat, perambahan hutan dan sifat intrinsik Badak Sumatra (Alikodra 2002). Kondisi tersebut mendorong pakar satwa liar baik dalam negeri ataupun luar negeri untuk membuat suatu penangkaran (suaka/sanctuary) semi insitu di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). TNWK adalah salah satu habitat terbaik dari Badak Sumatra  untuk tetap hidup dan berkembang biak. 

Suaka Rhino Sumatra (SRS) penangkaran semi insitu yang terletak di zona khusus Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. SRS beroperasi pada tahun 1998, bertujuan untuk mendapatkan dan meningkatkan populasi Badak Sumatra melalui program breeding secara intensif baik alami maupun menggunakan teknologi reproduksi. Saat ini SRS memiliki 7 ekor badak, 4 ekor betina dan 3 ekor jantan. Salah satu kegiatan rutin dalam hal teknologi reproduksi yang dilakukan adalah koleksi sperma pada badak jantan produktif di SRS. Sperma yang dikoleksi akan disimpan dalam nitrogen cair dan akan digunakan untuk inseminasi buatan pada badak betina yang sulit dilakukan breeding secara alami.

Salah satu prosedur penting dalam kegiatan koleksi sperma adalah prosedur anestesi yang tepat. Anestesi merupakan suatu keadaan hilangnya rasa dari suatu rangsangan, dengan demikian hewan menjadi lebih tenang, hilangnya reflex, relasasi otot dan  kehilangan respon nyeri sehingga akan mempermudah tindakan diagnostik, terapeutik dan pembedahan.  Anestesi yang ideal merupakan anestesi yang menghasilkan keadaan analgesia, sedasi, relaksasi, aman untuk kondisi fisiologis tubuh serta mudah dalam pengaplikasiannya (Fossum 1997 dalam Sudisma et al. 2012). Anestesi yang digunakan dalam prosedur koleksi sperma adalah anestesi kombinasi dari beberapa jenis sediaan anestesi yaitu butorphanol, medetomidine, dan ketamin.


Full Text:

PDF