KIVSA-2 Kajian Retrospektif Endemisitas dan Beberapa Faktor Penyebab Kasus Rabies Periode Tahun 2013 – 2018 di Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan

Rina Parlina, Widodo Pudjiatmoko

Abstract


Rabies merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Rabies yang termasuk dalam famili rhabdovirus dan menyerang susunan syaraf pusat dan bersifat menular kepada manusia. Korbannya selalu berakhir dengan kematian jika tidak segera diberikan VAR (Vaksin Anti Rabies). Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan (Dharmojono, 2001)

Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 4026/ Kpts/ OT.140/ 4/ 2013 tentang 25 jenis Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), Rabies merupakan salah satu PHMS prioritas.

Untuk mendukung pelaksanaan program pemberantasan penyakit Rabies, maka kami perlu menyampaikan tentang kejadian kasus Rabies di kota Banjarbaru mulai tahun 2013 sampai dengan 2018 (7 kasus positif dalam waktu 5 bulan terakhir di 6 kelurahan)

Untuk mengetahui  dan mempelajari endemisitas Rabies di Kota Banjarbaru Propinsi Kalimantan Selatan berdasarkan uji laboratorium B Vet Banjarbaru dan data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.

Mengetahui faktor-faktor penyebab penyebaran virus Rabies di Kota Banjarbaru.

Sebagai dasar untuk langkah-langkah berikutnya dalam pemberantasan Rabies di Kota Banjarbaru.

Sebagai bahan untuk menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas di setiap kecamatan dalam upaya penanggulangan kasus positif Rabies maupun kasus gigitan HPR terduga Rabies.


Full Text:

PDF