KIVMP-2 Analisis Patotipe Virus H5N1 Clade 2.3.2.1c yang Bersirkulasi di Provinsi Lampung Tahun 2016-2017

Arif Setiani Wahyuning Tyas, Hastary Wuryastity, Raden Wasito

Abstract


Avian influenza (AI) merupakan penyakit infeksius disebabkan oleh virus influenza tipe A dari famili Orthomyxoviridae (Boyce et al., 2009) yang berpotensi menyebabkan kerugian bagi dunia perunggasan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Virus AI memiliki 8 segmen gen yang berbeda yang mengkode 10 jenis protein virus yang berbeda. Struktur protein dalam virion dewasa dapat dibagi menjadi protein permukaan dan protein internal. Termasuk ke dalam protein permukaan adalah hemaglutinin (HA), neuraminidase (NA), dan membran kanal ion (M2), sedangkan protein-protein internal meliputi nukleoprotein (NP), protein matriks (M1), dan kompleks polimerase yang tersusun dari polimerase basa 1 (PB1), polimerase basa 2 (PB2), dan polimerase asam (PA). Dua protein tambahan lainnya adalah protein nonstruktural 1 (NS1) dan nonstruktural 2 (NS2) (Lee dan Saif, 2009).

Virus influenza A dikelompokkan berdasarkan dua antigen permukaan virus, yaitu protein hemaglutinin (HA) dan protein neuraminidase (NA), yang sampai saat ini telah ditemukan 18 HA (H1-H18) dan 11 NA (N1-N11)  (Tong et al., 2013; Heider, 2015). Hemaglutinin (HA) memiliki fungsi utama untuk menginisiasi infeksi, berinteraksi dengan reseptor asam sialat sel hospes (Edinger et al., 2014) serta menentukan patogenisitas virus AI H5N1 (Li et al., 2011).

Wabah highly pathogenic avian influenza (HPAI) subtipe H5N1 pertama kali dilaporkan pada unggas di Indonesia pada tahun 2003. Kejadian wabah penyakit antara periode 2003-2004, virus-virus H5N1 di Indonesia masih merupakan clade 2.1. Dua tahun kemudian setelah kejadian wabah pertama, clade 2.1 berkembang menjadi tiga sublineage virus, yaitu clade 2.1.1, 2.1.2 dan 2.1.3 (Anonim, 2008). Sub-clade 2.1.2 terdiri dari virus-virus yang menginfeksi unggas dan manusia. Sub-clade 2.1.3 berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari kasus fatal pertama H5N1 di manusia di Indonesia pada tahun 2005 (Parry, 2005). Sejak tahun 2008, virus-virus clade 2.1.1 dan 2.1.2 tidak lagi dijumpai baik pada unggas dan manusia, sedangkan virus-virus dari clade 2.1.3 terus berkembang menjadi tiga kelompok virus baru, hasil evolusi dari sub-clade 2.1.3 membentuk sub-clade baru yang masih termasuk dalam sub clade 2.1.3 (Takano et al., 2009) yaitu sub-sub-clade 2.1.3.1,  2.1.3.2  dan  2.1.3.3 (Wibawa et al., 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis clade dan patotipe pada virus AI clade 2.3.2.1c yang bersirkulasi di Lampung pada tahun 2016-2017.

Full Text:

PDF