KIVMP-1 Prediksi Epitop OMP 36 kDa Brucella abortus Isolat Lokal terhadap Respon Imun Seluler

Wiwiek Tyaningsih, Fedik A Rantam

Abstract


Brucellosis pada hewan disebut Bang’s Disease atau Penyakit Keluron Menular disebabkan oleh bakteri yang tergolong genus Brucella, bersifat fakultatif  intraselular sehingga pengobatan pada hewan yang terserang Brucellosis tidak efektif (Quinn et al., 2002).  Brucellosis bersifat zoonosis dan pada sapi disebabkan oleh Brucella abortus.  Brucellosis merupakan salah satu penyakit penting pada dunia peternakan, karena Brucellosis dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar berupa abortus (keguguran) pada hewan yang sedang bunting (gravid), penurunan produksi susu, bahkan dapat mengakibatkan gangguan reproduksi baik yang besifat temporer maupun permanen (Noor, 2006). Menurut Hidayat (2010) Brucellosis menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp. 385 miliar per tahun karena adanya keguguran, kematian pedet, sterilitas, infertilitas dan penurunan produksi susu.

Kejadian Brucellosis di Indonesia cenderung semakin meningkat baik dari segi jumlah (tingkat prevalensi) maupun dalam penyebarannya (distribusi). Hal ini terjadi karena adanya perpindahan ternak dari satu daerah ke daerah lainnya, sehingga pada akhirnya dapat menjadi ancaman yang merugikan bagi perkembangan dibidang peternakan khususnya sapi perah.

Penggunaan vaksin Brucella  abortus S19 selama ini belum mencapai hasil yang optimal dalam upaya penanggulangan kasus Brucellosis pada sapi perah (Noor, 2006),  diduga tingkat proteksi vaksin yang digunakan masih jauh dari harapan yaitu hanya sekitar 65 – 70%.  Hal tersebut berdasarkan dari hasil evaluasi di lapangan, menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan adanya kasus Brucellosis yang sangat tinggi pada peternakan sapi perah di Indonesia.

OMP merupakan antigen potensial yang secara langsung dapat menginduksi respon imun humoral sehingga lebih cepat dapat memacu terbentuknya antibodi (Forestier et. al. 2005). OMP Brucella abortus yang terdiri dari kompleks asam amino merupakan peptida yang dapat bersifat sebagai epitop atau antigenic determinant, sehingga dapat dikembangkan sebagai kandidat vaksin untuk pemberantasan penyakit Brucellosis (Macedo et. al., 2011).

Cloeckaert et al.,(2002) dan Salehi et al., (2003) melaporkan bahwa gen yang menyandi OMP 36 sampai 38 kDa adalah Omp2.).  OMP pada bakteri Gram negatif bersifat imunogenik karena mampu menginduksi respon imun sehingga dapat digunakan sebagai komponen pengembangan vaksin subunit (Shomshekhar et. al., 2014).Penggunaan bakteri Brucella abortus yang berasal dari isolat lokal baik untuk seed vaksin maupun bahan diagnostik saat ini sedang dikembangkan karena selain untuk mengurangi ketergantungan impor juga sama dengan penyebab penyakit di lapangan. OMP 36 kDa Brucella abortus isolat lokal mempunyai sifat sebagai bahan yang imunogenik dan protektif seperti yang dilaporkan oleh Handijatno dan Tyasningsih (2014)  bahwa OMP Brucella abortus isolat lokal yang mempunyai reaktivitas tinggi adalah OMP dengan berat molekul 36 kDa. Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui prediksi epitop yang merupakan faktor virulensi pada OMP 36 kDa Brucella abortus isolat lokal.


Full Text:

PDF