KIVFA-2 Efek Imunomodulator terhadap Profil Leukosit Induk Sapi Friesian Holstein yang Diberi Antigen AI H5N1 Inaktif

Sri Murtini, Anita Esfandiari, Sus Derthi Widhyarti, Retno Wulansari, Leni Maylina, Arif Purwo Mihardi

Abstract


Immunomodulator adalah zat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan  atau menekan respon imun. Cox (1988) melaporkan bahwa pengaruhnya  selain terhadap  respon imun, imunomodulator juga dapat memodulasi haematopoiesis, termasuk peningkatan jumlah RBC dan WBC (leukosit), peningkatan PCV dan aktivasi makrofag.  Sapi friesian holstein (FH) merupakan sapi perah yang dapat digunakan sebagai hewan donor penghasil immunoglobulin G anti AI H5N1 melalui produk kolostrumnya (Esfandiari et al, 2007).  Guna meningkatkan titer immunoglobulin pada hewan donor hiperimun sera umumnya hewan diberi imunomdulator.  Berbagai jenis bahan seperti glucan, lectin, dan berbagai jenis polisakarida dari tanaman maupun hewan (Alamgir dan Uddin 2010) serta polipeptide ribonukleotida dapat digunakan sebagai imunomodulator.(Hess dan Greenberg 2012)  Penggunaan  polipeptida ribonukleotida sebagai imunomodulator ada sapi saat ini belum banyak diteliti.  Pemberian imunomodulator memberikan dampak perubahan gambaran leukosit secara langsung maupun tidak langsung.  Dampak pemberian imunomodulator jenis polipeptide ribonukleotida pada sapi FH bunting trimester terakhir untuk tujuan produksi hiperimunsera melalui produksi kolostrum belum pernah dilaporkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian imunomodulator peptide ribonukleotida pada sapi FH yang disuntik antigen AI H5N1 inaktif.


Full Text:

PDF