AEVI-23 Investigasi Outbreak Csf Di Desa Sidomulyo Godean Sleman Tahun 2018

Sugih Winarsih, . Hariyah, N Anggreni, D Susanto

Abstract


Investigasi Outbreak Csf Di Desa Sidomulyo Godean Sleman Tahun 2018

 

Winarsih S1*, Hariyah2, Anggreni N1, Susanto D3

 

1 Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman

2Dinas Pertanian DIY

3Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta

*Corresponding author’s email:

 

Kata kunci: babi, CSF, sidomulyo.

 

 


PENDAHULUAN

Ternak babi merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat efisien dan mempunyai arti ekonomi sebagai ternak potong karena persentase karkas babi cukup tinggi, dapat mencapai 65-80%, sedangkan karkas sapi hanya 50–60 % (Berata et al., 2009). Meskipun demikian, konsumen daging babi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hanya terbatas pada kelompok tertentu sehingga banyak ternak babi yang dikirim ke luar DIY dalam kondisi hidup.  Peternakan babi di wilayah DIY sebagian besar sebagian besar masih dikelola secara tradisional.  Salah satu penyakit yang menyerang babi adalah Classical Swine Fever atau Hog Chollera, disebabkan oleh virus, sangat menular serta mempunyai arti ekonomi yang penting karena angka kesakitan maupun angka kematian berkisar 95-100% (Kementan, 2012).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyelidiki kasus kematian babi yang terjadi di Desa Sidomulyo Godean Sleman Yogyakarta, dengan melakukan pengumpulan data epidemiologis, untuk mengetahui penyebab kematian babi yang terjadi di Desa Sidomulyo Godean Sleman.


Full Text:

PDF