EVALUASI KUALITAS PELLET PAKAN ITIK YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DAN DISIMPAN SELAMA 6 MINGGU (Quality evaluation of duct feed pellet supplemented with morinda (Morinda citrifolia) leave powder after 6 weeks storage)

Muhamad Rizqan Luthfi Akbar, Dwi Margi Suci, Indah Wijayanti

Abstract


ABSTRACT

 

Ration in pellet form could increased feed efficiency level compared to mesh in poultry. The objective of the research was to  evaluate Morinda citrifolia leaves in ducks ration on the pellet physical quality and rancidity level after storing. The treatments diet contained 18 % of crude protein and 3000 kkal kg-1 metabolizable energy.  Pelleting diet process used simple wood pellet without steam, pellet knife and coller. The experiment was factorial using completely randomized design. Factor A was the percentage of mengkudu leaves (0, 2.5, 5 and 7.5%). Factor B was the period of storage (0, 3 and 6 weeks). The data were analyzed by using analysis of varian (ANOVA) and Duncan Multiple Range test. The variables were moisture content, water activity, density, compact bulk density, bulk density, pellet durability, pellet durability index, angle of repose, particle size, peroxide value, and fat content. The result showed that supplementation of Morinda citrifolia leaf and storage period significantly (P<0.05) affected the water activity and moisture content. Supplementation 7.5% of Morinda citrifolia leaves reduced (P<0.05) pellet density. The average pellet density in 0% Morinda citrifolia and 7.5% Morinda citrifolia were 1.27 g mL-1 and 1.22 g mL-1 respectively. Storing ducks pellet up to 6 weeks decreased physical pellet quality as indicated by increasing moisture content, water activity and the peroxide value.

 

Keywords : Morinda citrifolia, pellet diet, peroxide value, storage


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

[AOAC] Association of Official Analythical Chemists. 2005. Official Methods of Analyses (17th ed.). Washington DC (US): Association of Official Analythical Chemists.

ASA 2000. Penentuan bilangan peroksida. Ciawi (ID): Feed Quality Management Workshop.

[BMKG] Badan Meteorologi dan Geofisika. 2016. Suhu dan kelembaban dramaga. Bogor (ID): stasiun klimatologi Dramaga.

[BULOG] Badan Urusan Logistik. 1996. Buku panduan perawatan kualitas komoditas milik bulog. Jakarta (ID): Badan Urusan Logistik.

Balagopalan, Padmaja CG, Nanda SK, Moorthy SN. 1988. Cassava in food, feed and industry. Florida (US): IRC Press.

Dozier WA. 2001. Pellet quality for most economical poultry meat. JFI. 52 (2):40-42

Fairfield DA. 2003. Pelleting for profit. Feed and Feeding Digest. 54 (6):1-5.

Handayany P. 2010. Uji kualitas fisik pellet berbasis jerami jagung sebagai pakan sumber serat untuk ternak ruminansia [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Helmi H, Purwadaria T, Haryati T, Sinurat AP. 1999. The changes of peroxide number of coconut meal during storage and fermentation processed with Aspergillus niger. JITV 4(2):101-106.

[Kemenkes] Keputusan menteri kesehatan republik Indonesia. 2002. Persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan industri nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002. Kementerian kesehatan.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2015. Data Statistik [internet]. [diacu 2015 Maret 6]. Tersedia dari: www.pertanian.go.id.

Khalil. 1999a. Pengaruh kandungan air dan ukuran partikel terhadap sifat fisik pakan lokal, kerapatan tumpukan pemadatan tumpukan, dan berat jenis. Media Peternakan. 22(1):1-11.

Khalil. 1999b. Pengaruh kandungan air dan ukuran partikel terhadap perubahan perilaku fisik bahan pakan lokal: Sudut tumpukan, daya ambang dan faktor higroskopis. Media Peternakan. 22(1): 33-42.

Krisnan, Ginting. SP. 2009. Prospek penggunaan pakan komplit pada kambing tinjauan manfaatdan aspek bentuk fisik pada kambing serta respon ternak. Wartazoa. 19(2):64-75.

Mappa F. 2011. Pengaruh antioksidan dan lama penyimpanan terhadap ketengikan pakan broiler [skripsi]. Makasar (ID): Universitas Hasanudin.

Moat AG, Foster JW. 1988. Microbial Physiology. New York (USA): John Willey & Sons.

Murdiati TB, Adiwinata G, Hildasari D. 2000. Penelusuran senyawa aktif dari buah mengkudu (Morindacitrifoilia) dengan aktivitas antelmintik terhadap Haemonchus contortus. JITV. 5(4): 255-259.

Nilasari. 2012. Pengaruh penggunaan tepung ubi jalar, garut dan onggok terhadap sifat fisik dan lama penyimpanan ayam broiler bentuk pellet [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Novizan. 2002. Membuat dan memanfaatkan pestisida ramah lingkungan. Jakarta (ID) : Agro Media Pustaka.

Oktaviani ND. (2006). Hubungan lamanya pemanasan dengan kerusakan minyak goreng curah ditinjau dari bilangan peroksida [internet]. [diacu 2016 5 Mei]. Tersedia dari: http://www.eprints.ums.ac.id.

Purnomo SH. 2012. Pengaruh tepung garut, ubi jalar, dan onggok sebagai perekat alami pellet terhadap kualitas fisik pakan dan performa ayam broiler [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Putra ED. 2005. Pengaruh taraf penyemprotan air dan lama penyimpanan terhadap daya tahan ransumk Broiler finisher berbentuk pellet [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Retnani Y, Hasanah N, Rahmayeni, Herawati L. 2010. Uji sifat fisik ransum ayam broiler bentuk pellet yang ditambahkan perekat onggok melalui proses penyemprotan air. Agripet. 10(1):13-18.

Roza D. 1998. Pengelolaan hama gudang di depot logistik jakarta raya (dolog jaya). [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Saragih R. 2014. Aktivitas antioksidan teh daun mengkudu. Mimbar Ilmiah Th 24. 1(1):1-11.

Sari ML, Lahmuddin, Pangestiningsih Y. 2013. Uji efektivitas beberapa insektisida nabati untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera litura F.). Jurnal Agroekoteknologi. 1(3):9-10.

Sholihah UI 2011. Pengaruh diameter pellet dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik pellet daun legum Indigofera sp [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sinurat AP.2000. Penyusunan Ransum Ayam Buras dan Itik. Pelatihan Proyek Pengembangan Agribisnis Peternakan. Jakarta (ID): Dinas Peternakan DKI Jakarta.

[SNI] Standar nasional Indonesia. 2006. SNI Ransum Broiler Starter 01-3930-2006. Badan Standar Nasional Indonesia.

Steel RGD, Torrie JH. 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Jakarta (ID): PT. Gramedia Pustaka.

Syamsu JA. 2002. Pengaruh waktu penyimpanan dan jenis kemasan terhadapm kualitas dedak padi. Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak. 1(2):75-83.

Syarief R, Halid H. 1993. Teknologi penyimpanan pangan. Jakarta (ID): Arcan Press.

Widodo I. 2009. Pengaruh penambahan mineral supplement (Biolife) dalam Pakan terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging [skripsi]. Malang (ID): Universitas Brawijaya.

Wigati D. 2009. Pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap serangan serangga dan sifat fisik ransum broiler starter berbentuk crumble. [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Winarno FG. 1997. Kimia pangan dan gizi. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Yuliastanti A. 2001. Uji sifat fisik ransum ayam boiler starter berbentuk mash, pellet, dan crumble selama penyimpanan enam minggu [skripsi]. Bogor (ID):

Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Buletin Ilmu Makanan Ternak

Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan,
Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Jl. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Telp: 0251-8626213, Fax: 251-8626213

Email: bulmaterintp@gmail.com