Buletin Agrohorti http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron <p style="color: #660000; text-align: justify;"><input style="float: left; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" alt="" src="/public/site/images/adminbulagron/Small_COVER_BARU_border_shadow.jpg" type="image"></p> <p style="color: #660000; text-align: justify;">The Agrohorti Bulletin is a non-accredited national journal. Publish three times a year in January, May and September and containing 16 articles. Starting in 2018 (Volume 6), the article published was added to 16 articles per edition.</p> <p style="color: #660000; text-align: justify;">The Agrohorti Bulletin is limited and can be obtained by contacting the executive editor via email: buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id by replacing the printing costs of Rp. 150,000 excluding shipping costs.</p> en-US buletinagrohorti@gmail.com (Juang Gema Kartika) buletinagrohorti@apps.ipb.ac.id (Tim Admin Buletin Agrohorti) Fri, 17 May 2019 10:48:11 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Cover dan Daftar Isi Volume 7 No. 2 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26103 Cover dan Daftar Isi Volume 7 No. 2 Tim Admin Bulagron Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26103 Fri, 17 May 2019 10:48:08 +0000 Kualitas Fisik dan Kimia Buah Jambu ‘Kristal’ pada Letak Cabang yang Berbeda http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25781 Jambu biji kultivar kristal merupakan salah satu buah yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Kualitas buah dipengaruhi posisi buah dalam kanopi. Penelititan ini bertujuan untuk mempelajari kualitas fisik dan kimia buah pada tunas yang muncul pada cabang primer, sekunder dan tersier. Percobaan berlokasi di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura dari bulan Februari hingga Juli 2017 menggunakan tanaman jambu ‘Kristal’ berumur 4 tahun. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu letak buah pada tunas dari cabang primer (C1), cabang sekunder (C2) dan cabang tersier (C3) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak cabang tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan kualitas fisik dan kimia (diameter buah, bobot buah, kelunakan buah, kemulusan buah, PTT dan TAT). Terdapat kecenderungan pada buah yang muncul pada tunas yang muncul dari cabang primer dan cabang sekunder memiliki bobot dan diameter yang lebih tinggi dibandingkan dengan cabang tersier. Dona Rustani, Slamet Susanto Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25781 Fri, 17 May 2019 10:48:08 +0000 Uji Daya Berkecambah Pada Benih Turi Putih (Sesbania grandiflora L.) http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25785 Turi merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat namun keberadaannya semakin terbatas. Pengembangan tanaman turi harus dimulai dengan pengadaan benih yang bermutu tinggi. Uji daya berkecambah adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mendeteksi benih. Prosedur pengujian daya berkecambah benih turi belum banyak diketahui seperti metode pematahan dormansi, substrat perkecambahan yang efektif, serta first count dan final count sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB pada bulan MeiSeptember 2017. Hasil pengujian yang diperoleh dari pengecambahan benih turi selama 21 hari adalah hitungan pertama (first count) nya pada hari ke-6 dan hitungan kedua (final count) pada hari ke-8. Substrat perkecambahan yang paling optimum untuk mengecambahkan benih turi adalah kertas merang kemudian kertas saring. Turi juga memiliki dormansi sehingga perlu diberikan perlakuan supaya dormansinya patah dan mudah untuk berkecambah. Metode skarifikasi (pengamplasan) adalah metode terbaik dalam mematahkan dormansi benih turi. Jawa Arum Mewangi, Tatiek Kartika Suharsi, Memen Surahman Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25785 Fri, 17 May 2019 10:48:08 +0000 Identifikasi Morfologi Aksesi Pisang Cavendish pada Fase Pembibitan dan Produksi di Lampung http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25817 Pengembangan pisang secara komersial masih mengalami banyak kendala salah satunya adalah susahnya penyediaan bibit unggul dengan potensi hasil yang baik. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Lampung selama empat bulan yaitu mulai dari bulan Februari sampai dengan Juni 2017. Tujuan kegiatan penelitian adalah mengidentifikasi keragaan dua aksesi pisang cavendish di tahap pembibitan dan produksi buah. Pengambilan data terdiri dari data sekunder dan data primer. Data primer meliputi daya hidup Meristem Tissue Culture (MTC), daya hidup bibit di polybag, penjarangan, dan hardening, bobot tandan, bobot bonggol, rendemen panen, jumlah sisir per tandan, jumlah buah per sisir, dan ukuran buah pisang. Keragaan daya hidup Aksesi CJ30 pada tahap tanam ke polybag menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan lebih baik dari pada CJ40 dan pada fase penjarangan serta hardening menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Keragaan Aksesi CJ30 dan CJ40 pada peubah komponen panen menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada lima peubah yaitu bobot tandan, bobot bonggol, rendemen, jumlah sisir, dan jumlah finger sedangkan hasil analisis lebar buah menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Peubah bobot tandan, bobot bonggol, dan rendemen panen berdasarkan hasil nilai tengah menunjukkan bahwa CJ40 lebih disukai dibandingkan CJ30, sedangkan pada jumlah sisir dan jumlah finger CJ30 lebih disukai dibandingkan CJ40. Adi Nugraha Widayatmo, Anggi Nindita Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25817 Fri, 17 May 2019 10:48:08 +0000 Pertumbuhan Bibit Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perr.) Zanzibar pada Berbagai Taraf Dosis Pupuk Majemuk NPK (15 : 15 : 15) dan Konsentrasi Auksin 2.4-D http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25818 Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi dosis pupuk NPK dan konsentrasi Auksin 2.4D yang optimum untuk pertumbuhan bibit cengkih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB, Cikabayan, Dramaga, Bogor, mulai bulan Oktober 2016 sampai Juni 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pertama adalah pemberian pupuk majemuk NPK (15:15:15) dengan empat taraf dosis yaitu 5 g per bibit (P0), 10 g per bibit (P1), 15 g per bibit (P2) dan 20 g per bibit (P3). Perlakuan kedua adalah pemberian Hydrasil dengan 4 taraf dosis yaitu 0 ml per liter air (Z0), 0.5 ml per liter air (Z1), 1 ml per liter air (Z2) dan 1.5 ml per liter air (Z3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Pupuk majemuk NPK cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap rasio bobot akar, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada peubah lainnya. Konsentrasi auksin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 1 BST (Bulan Sesudah Perlakuan) dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap tinggi bibit pada 4 dan 5 BSP, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peubah lainnya. Terdapat pengaruh nyata interaksi pupuk NPK dan auksin terhadap panjang akar dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada α 0.1) terhadap Bobot Basah Tajuk. Tidak ditemukannya dosis optimum pada pupuk majemuk NPK untuk pertumbuhan bibit cengkih, tetapi terdapat konsentrasi optimum dalam pemberian auksin 2.4D yaitu sebesar 1.58 ml per liter air dalam pertumbuhan tinggi bibit cengkih. Wahyu Angga Direja, Ade Wachjar Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25818 Fri, 17 May 2019 10:48:08 +0000 Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam dengan Pemberian Jenis Biomassa dan Dosis Pemupukan Kalsium pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25820 Penggunaan Budidaya Jenuh Air (BJA) pada lahan pasang surut merupakan salah satu solusi peningkatan produksi kedelai nasional. Pemberian biomassa dan pemupukan Ca menjadi pertimbangan dalam melengkapi paket teknologi budidaya jenuh air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis biomassa dan dosis pemupukan Ca yang secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai hitam dengan budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilakukan di Desa Karyabhakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi pada Agustus hingga November 2017. Rancangan petak tersarang digunakan pada penelitian ini dengan dua faktor, yaitu sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca. Sumber biomassa terdiri atas tiga level antara lain kontrol, biomassa teki-tekian, dan jerami, sedangkan dosis pemupukan Ca terdiri atas empat level, yaitu kontrol, 250 kg ha-1, 500 kg ha-1, dan 750 kg ha-1. Kombinasi keduanya diulang sebanyak tiga ulangan sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor tunggal sumber biomassa dan dosis pemupukan Ca secara umum berbeda sangat nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering bintil akar, bobot 100 biji, bobot ubinan, dan produktivitas kedelai hitam. Produktivitas tertinggi pengaruh faktor tunggal sumber biomassa adalah perlakuan pemberian biomassa teki sebesar 2.74 ton ha-1, sedangkan pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan Ca terbaik adalah pemupukan Ca 500 kg ha-1 sebesar 2.49 ton ha-1. Interaksi kedua faktor hanya berbeda nyata meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering batang, dan jumlah polong isi. Muhammad Syamil Hizbi, Munif Ghulamahdi Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25820 Fri, 17 May 2019 10:48:09 +0000 Evaluasi Kematangan Pascapanen Pisang Barangan untuk Menentukan Waktu Panen Terbaik Berdasarkan Akumulasi Satuan Panas http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25833 Buah pisang termasuk buah klimakterik dengan umur simpan pendek. Penanganan pascapanen buah pisang bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan umur simpan buah. Tingkat kematangan buah ketika dipanen dapat mempengaruhi kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan umur petik terhadap kriteria kematangan pascapanen dan menentukan umur petik terbaik pisang Barangan berdasarkan akumulasi satuan panas. Percobaan dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Parakan Salak, Sukabumi, Jawa Barat dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 5 perlakuan umur petik: 68, 73, 78, 83, dan 88 hari setelah antesis (HSA). Setiap perlakuan diterapkan pada 5 tandan sebagai ulangan. Buah pisang Barangan dapat dipanen pada umur petik 78 HSA dengan akumulasi satuan panas sebesar 1 200-1 250 °C hari dan umur simpan mencapai 13-14 hari setelah panen (HSP). Buah pisang Barangan dengan umur petik lebih tua lebih cepat mencapai kematangan pascapanen dibandingkan buah dengan umur petik muda. Perlakuan umur petik 68-88 HSA mempengaruhi bobot buah, susut bobot, kekerasan kulit buah, kandungan vitamin C, padatan terlarut total (PTT), asam terlarut total (ATT), dan rasio PTT/ATT, namun tidak mempengaruhi kekerasan daging buah dan edible part. Winarso Drajad Widodo, Ketty Suketi, Rizky Rahardjo Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25833 Fri, 17 May 2019 10:48:09 +0000 Budidaya Bunga Potong Tulip (Tulipa gesneriana L.) di Nieuwe Wetering, Belanda Selatan http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26108 Bunga potong merupakan komoditas dengan jumlah ekspor tertinggi di Belanda yang mencapai nilai ekspor sebesar 9.1 juta euro. Penelitian dilaksanakan di Nieuwe Wetering, Belanda Selatan dari 19 Februari sampai 19 Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam aspek budidaya bunga potong tulip dan aspek khusus berupa pertumbuhan dan produksi tulip. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti semua kegiatan budidaya tulip. Persentase panen bunga tulip yaitu sebesar ≥ 80% dari total populasi. Penurunan produksi tulip pada tahun 2018 terjadi karena ukuran umbi yang lebih besar, dan jumlah varietas yang ditanam lebih sedikit. Tulip varietas Versaci memiliki harga jual yang lebih tinggi karena morfologinya yang unik dengan warna tepalnya merah dan terdapat serabut di bagian ujung tepal. Shelvy Lamawati, Juang Gema Kartika Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26108 Fri, 17 May 2019 10:48:09 +0000 Pemberian Dosis Pupuk Kandang dan Interval Panen terhadap Produksi Jawer Kotok (Coleus atropurpureus L. Benth) http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25788 Jawer Kotok merupakan tanaman obat yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, tetapi belum banyak diketahui dan dibudidayakan sebagai tanaman obat. Produksi Jawer Kotok yang optimum memerlukan pertimbangan dari segi produktivitas tanaman serta bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Budidaya tanaman obat umumnya dilakukan secara organik untuk menghindari pengaruh bahan kimia pada senyawa bioaktif dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis pupuk kandang dan interval panen yang dapat menunjang produksi Jawer Kotok sebagai tanaman obat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada bulan Januari hingga Juli 2018. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk signifikan meningkatkan bobot basah batang total serta variabel pertumbuhan berupa pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk dan jumlah cabang. Interval panen yang sering signifikan menurunkan bobot basah daun total dan variabel pertumbuhan berupa jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah cabang, kadar air, dan persentase daun batang. Interval panen signifikan menurunkan kadar klorofil a, karoten, dan total klorofil daun. Terdapat interaksi antara dosis pupuk dan interval panen pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada 10 dan 26 MST. Krisetya Ayunina, Sandra Arifin Aziz Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25788 Fri, 17 May 2019 10:48:09 +0000 Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Kebun Pinang Sebatang, Kabupaten Siak, Riau http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26115 Kegiatan penelitian di Kebun Pinang Sebatang, Kabupaten Siak, Riau bertujuan melatih keterampilan dan kemampuan dalam bidang perkebunan, serta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mempelajari aspek teknis dan manajerial di lapangan. Hal yang diamati dalam manajemen panen adalah sistem panen, kriteria panen, AKP, kebutuhan tenaga panen, kehilangan hasil, mutu buah dan transportasi panen. Aspek yang diutamakan adalah perubahan sistem panen dari sistem One DOL menjadi sistem C1R2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen panen ini cukup efektif, namun masih peningkatan dalam penanganan kehilangan hasil. Fakhry Muhammad, Sudirman Yahya Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26115 Fri, 17 May 2019 10:48:09 +0000 Panen dan Penanganan Pascapanen Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron di Naaldjwik, Belanda Selatan, Belanda http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26116 Kegiatan penelitian dilaksanakan di sebuah greenhouse di Naaldjwik mulai 26 Februari sampai dengan 25 Mei 2018. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mempelajari proses penanganan panen dan pascapanen komoditas daun potong Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapang serta mengikuti semua kegiatan teknis budidaya tanaman hias daun mulai dari penanaman sampai dengan pascapanen. Penanganan panen dan pascapanen tanaman hias daun sudah dilakukan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil produksi yang optimum, mencapai lebih dari 99% produksi terjual dengan kehilangan hasil kurang dari 0.1%. Asti Kusriyanti, Darda Efendi Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/26116 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Induksi Pembungaan Jeruk Keprok Garut Melalui Pemangkasan Akar, Penyungkupan Tajuk, dan Strangulasi http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25834 Induksi pembungaan menggunakan paclobutrazol secara berlebihan dapat mematikan tanaman jeruk akibat penumpukan residu dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik induksi pembungaan tanaman jeruk yang efektif dalam menggantikan paclobutrazol untuk induksi pembungaan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Institut Pertanian Bogor Sindangbarang pada bulan Februari hingga bulan Juli 2017. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, strangulasi, pemangkasan akar, penyungkupan tajuk, dan paclobutrazol. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam yang kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Semua perlakuan termasuk kontrol mempengaruhi munculnya tunas vegetatif, perlakuan penyungkupan tajuk tanaman menghasilkan jumlah tunas paling banyak dan panjang tunas paling panjang. Aplikasi paclobutrazol menunjukkan panjang daun paling pendek dan lebar daun paling sempit. Curah hujan yang tinggi menyebabkan semua perlakuan fisik dan kimia tidak menghasilkan bunga. Perlakuan fisik pada tanaman dapat menggantikan paclobutrazol namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan perlakuan fisik yang dapat menginduksi pembungaan pada tanaman jeruk. Mohamad Akhbar Maulana, Roedhy Poerwanto, Darda Efendi Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25834 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Calon Klon Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25835 Evaluasi pertumbuhan dan produksi aksesi tanaman iles-iles sangat penting dilakukan dalam rangka mendapatkan suatu calon klon unggul baru. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pertumbuhan dan hasil empat aksesi iles-iles sebagai calon klon unggul baru. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan Agustus 2017 sampai Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal aksesi iles-iles hasil seleksi IPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter pertumbuhan iles-iles pada aksesi SB, SGH, SGBKK dan STS secara umum tidak berbeda nyata. Perbedaan pertumbuhan keempat aksesi dijumpai pada daun pertama. Daun pertama juga menunjukkan perbedaan pada jumlah anak daun, panjang petiol dan lebar kanopi. Peubah yang diamati pada komponen hasil tidak menunjukkan nilai yang berbeda nyata kecuali pada tinggi umbi. Berdasarkan potensi hasil umbi iles-iles tertinggi, aksesi SB dan STS direkomendasikan untuk dikaji lebih mendalam dalam rangka menghasilkan klon iles-iles baru dengan hasil yang lebih unggul. Siska Rosdiana, Edi Santosa Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25835 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Pengendalian Gulma pada Perkebunan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) di Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25836 Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis gulma yang tumbuh di bawah tegakan tanaman karet yang berbeda umur dan bagaimana manajemen pengendalian yang efektif. Kegiatan berlangsung dari Februari – Mei 2015 di Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara. Pengamatan vegetasi gulma dilakukan dengan analisis vegetasi pada 13 blok dengan 13 tahun tanam yang berbeda untuk mendapatkan nisbah jumlah dominan (NJD) dan koefisien komunitas. Pengamatan lain adalah teknik pengendalian gulma, serta efektifitas dan efisisensi pengendaliannya. Data gulma dianalisis menggunakan nisbah jumlah dominan (NJD), sedangkan pengamatan lain dianalisis secara deskriftif. Hasil pengamatan menun jukan bahwa gulma yang dominan di GBE adalah Mucuna bracteata, Diplazium asperum, Selaginella deoderleinii, Nephrolepis bisserata. Manejemen pengendalian gulma dilakukan secara manual, kimiawi dan kultur teknis. Parid Ridwan Nugraha, Sofyan Zaman Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25836 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Korelasi Dosis Pemupukan Nitrogen terhadap Produktivitas dan Rendemen Tebu (Saccharum officinarum L.) http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25843 Petani tebu dibeberapa tempat memberi tambahan dosis pemupukan melebihi dosis rekomendasi pemupukan setempat, khususnya ZA, untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui korelasi dosis pemupukan N-total yang diterapkan petani dengan produktivitas dan rendemen. Kegiatan penelitian dilakukan pada 4 Februari 2018 hingga 5 juni 2018 di PG Kebon Agung, Malang-Jawa Timur. Kajian dilakukan dengan menghitung produktivitas dan pengukuran brix. Rekomendasi dosis pupuk N-total yang digunakan yaitu 186 kg ha-1 dan rekomendasi dosis pupuk N-total dari pabrik gula sebanyak 228 kg ha-1. Hasil kajian menunjukkan bahwa rata-rata pemupukan N-total petani wilayah utara sebesar 274.8 kg ha-1 sedangkan wilayah selatan menggunakan dosis pupuk N-total sebesar 421.5 kg ha-1. Uji korelasi menunjukkan bahwa pupuk N berkorelasi nyata dengan produktivitas dan tidak berkorelasi nyata dengan rendemen tebu. Jaminan bagi hasil gula yang diterapkan oleh pabrik mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas dengan cara penambahan dosis pemupukan tanpa memperhatikan rendemen tebu. Fitri Isnaini Magandi, . Purwono Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25843 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Pemanfaatan Alat Pengusangan Cepat Menggunakan Etanol untuk Pendugaan Vigor Daya Simpan Benih Jagung (Zea mays L.) http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25844 Pengusangan cepat adalah pengujian vigor daya simpan benih setelah mendapatkan pengusangan fisik maupun kimia yang dapat memberikan simulasi lingkungan suboptimum yang dapat menyebabkan kemunduran benih mirip seperti kondisi sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode pengusangan cepat kimia pada benih jagung dengan memanfaatkan alat pengusangan cepat tipe IPB 77-1 MM. Alat pengusangan cepat (APC IPB 77-1 MM) diharapkan merupakan mesin yang akan dapat mempercepat kemunduran benih dengan memanfaat uap etanol 96%. Fungsi dari alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dimaksudkan agar dapat melihat kemunduran benih secara cepat yang bisa menggambarkan kemunduran mutu yang terjadi pada penyimpanan alami yang dalam penelitian ini ditunjukkan dengan menggunakan metode penyimpanan terkontrol. Penelitian ini menggunakan lima lot benih jagung dengan tingkat vigor yang berbeda hasil dari deteriorasi terkontrol pada suhu 40 °C dan RH 98%. Hasil dari pembuatan lot benih dari vigor tinggi hingga rendah: P1 (94.5% berkecambah normal), P2 (92.5% berkecambah normal), P3 (70% berkecambah normal), P4 (38% berkecambah normal), dan P5 (17% berkecambah normal). Penelitian ini terdiri dari dua percobaan, percobaan pertama adalah pengusangan cepat kimia yang terdiri atas 5 taraf waktu pengusangan yaitu 0, 25 (1x25’), 50 (2x25’), 75 (3x25’), dan 100 (4x25’) menit. Percobaan kedua adalah penyimpanan terkontrol pada kondisi suhu kamar (30-34 °C) dan RH tinggi (85-99%) yang didapatkan dari larutan garam jenuh Na2SO4 dan terdiri dari 5 taraf waktu penyimpanan yaitu 0, 10, 20, 25, dan 30 hari.. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan APC IPB 77-1 MM untuk pendugaan vigor daya simpan benih jagung dengan menggunakan pengusangan kimia. Hasil percobaan menunjukkan alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dapat digunakan untuk menduga penurunan vigor pada benih jagung. Hasil percobaan juga menunjukkan alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dapat menduga nilai vigor daya simpan yang sama dengan percobaan penyimpanan pada tolok ukur daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum sedangkan untuk tolok ukur indeks vigor dan kecepatan tumbuh belum menunjukkan konsistensi penurunan vigor. Zulfa Fauziyyah Taini, Rahmad Suhartanto, Ahmad Zamzami Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25844 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000 Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.), Studi Kasus pada Kebun Sungai Sagu, Riau http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25845 Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kebun Sei Sagu, Riau pada tanggal 5 Februari 2018 hingga 4 Juni 2018. Pemupukan perlu dikelola dengan baik untuk mencapai efektivitas dan efisiensi. Pengamatan dilakukan terhadap manajemen pemupukan meliputi kaidah 6T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, tepat tempat, dan tepat alat), kehilangan pupuk (losses), dan prestasi kerja penabur. Hasil pengamatan menunjukkan manajemen pemupukan di Kebun Sei Sagu telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan standar perusahaan. Ketepatan dosis pada pemupukan mekanis diamati dari hasil uji paper trap dan ketepatan jenis dibuktikan melalui uji hara menggunakan perangkat uji pupuk. Rata-rata persentase ketepatan menurut kaidah 6 T ialah lebih dari 90%. Tenaga penabur yang digunakan memiliki prestasi kerja dengan rata-rata prestasi kerja melebihi standar yaitu 4.58 ha HK-1 atau 491.07 kg HK-1. Jumlah kehilangan pupuk pada pemupukan manual dan mekanis sangat kecil dan dianggap tidak merugikan perusahaan, yaitu sebesar 0.14% pada pemupukan manual dan 0.09% pada pemupukan mekanis. Rahmi Khalida, Adolf Pieter Lontoh Copyright (c) 2019 Buletin Agrohorti http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://journal.ipb.ac.id/index.php/bulagron/article/view/25845 Fri, 17 May 2019 10:48:10 +0000