Squamous cell carcinoma pada anjing rescue

  • Diah Pawitri Praktek Dokter Hewan Bersama 24 jam drh. Cucu K.S, Sunter, Jakarta Utara & Vetnic veterinary clinic Sumarecon Bekasi

Abstract

Anjing rescue adalah anjing yang diadopsi atau mendapatkan rumah baru dari pemilik sebelumnya yang tidak  mengurus, tidak memberi perhatian, melakukan kekerasan fisik dan atau membiarkan anjingnya berkeliaran di jalan. Squamous cell carcinoma merupakan tumor kulit yang banyak ditemukan pada hewan kecil khususnya terlalu banyak terpapar sinar matahari. Seekor anjing Pitttbull di rescue dan di bawa berobat ke klinik karena adanya massa cauliflower pada skapula kiri. Hasil pemeriksaan fisik dan berbagai pertimbangan pemilik, dilakukan operasi tanpa pemeriksaan penunjang laboratorium darah dan radiografi. Pengangkatan jaringan tumor dilakukan melalui tindakan bedah dimana daerah sayatan dibuat margin 2-3 cm pada jaringan sehat di sekitar tumor, penutupan area bedah dengan teknik teknik skin flapping. Pemeriksaan histopatologi jaringan tumor untuk penegakan diagnosa dan hasilnya diidentifikasi sebagai jenis cutaneous lokal ekstensif epidermal nekrosis dengan hiperkeratosis, parakeratotik dan othokeratotik dengan intradermal multifokus carcinoma (Squamous cell carcinoma non keratin) dan stromal fibroplasia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Allen DG, John KP, Dale AS, Peter C. 1993. Veterinary Drug-Handbooks, Manual JB. Lippincott Company Philadelphia.

Tilley PT, Smith Jr FWK. 1997. Five Minutes Veterinary Consult Canine and Feline; William & Wilkinsons Maryland,USA Pp1080-1081.

Wilkinson GT, Richard GH. 1995. Color Atlas of Small Animal Dermatology-A Guide to Diagnosis. Mosby-Wolfe Barcelona Spain. Chapter 11: 193-194; 14:227-228

Withrow SJ, David MV. 2007. Small Animal Clinical Oncology. Saunders Elsevier Inc.St Louis Misouri. Chapter 1: 19-21;10: 157-161;16:296-301;18: 375-379

Published
2019-05-29
How to Cite
Pawitri, D. (2019). Squamous cell carcinoma pada anjing rescue. ARSHI Veterinary Letters, 3(2), 25-26. https://doi.org/10.29244/avl.3.2.25-26