Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika

Abstract

Kendala-kendala dalam pengobatan ternak seperti yang telah disebutkan dapat memboroskan waktu, tenaga, obat-obatan, dan mungkin berisiko bagi keselamatan. Administrasi obat yang kurang sempurna juga berisiko membuat pengobatan di bawah dosis efektif (under dose) sehingga memicu resistensi. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengobatan ternak, maka perlu dilakukan inovasi dalam sediaan obat menjadi sediaan pakan berimbuhan. Dengan demikian administrasi obat dilakukan secara voluntary per oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas pakan berimbuhan berupa biskuit dengan beberapa golongan antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate dan levamisole. Biskuit dasar dibuat dari bahan dedak gandum yang direkatkan dengan bubur kanji dan maizena. Biskuit pakan berimbuhan dijemur dibawah terik matahari selama dua hari dan diberikan kepada hewan coba sesuai dosis anjuran. Sediaan biskuit dirancang untuk dosis pemberian 1 biskuit per 20 kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran antelmintik kepada pakan berupa biskuit dedak gandum menghasilkan pakan berimbuhan memiliki palatabilitas yang baik untuk ketiga antelmintika yaitu albendazole, piperazine citrate, dan levamisole.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Aji Winarso, Universitas Nusa Cendana

Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Nusa Cendana

Dede Rival Novian, Universitas Nusa Cendana

Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Nusa Cendana

Dewi Fesbayati Lestari Djungu, Universitas Nusa Cendana

Fakultas Kedokteran Hewan

Universitas Nusa Cendana

References

Adams HR. 2001. Veterinary Pharmacology and Therapeutics, 8th Ed. Iowa: Iowa State University Press.

Bilal MQ, Hameed A, Ahmad T. 2009. Prevalence of gastrointes-tinal parasites in buffalo and cow calves in rural areas of Toba Tek Singh, Pakistan. J Anim Plant Sci. 19(2): 67-70.

Bowman DD. 2009. Georgi’s Parasitology for Veterinarians. 9th ed. Missouri: Saunders Elsevier.

De Graef J, Claerebout E, Geldhof P. 2013. Anthelmintic resis-tance of gastrointestinal cattle nematodes. Vlaams Dierge-neeskundig Tijdschrift. 8:113-123.

Retnani Y, Herawati L, Widarti W, Indahwati E. 2009. Uji sifat fisik dan palatabilitas biskuit limbah tanaman jagung sebagai substitusi sumber serat untuk domba. Buletin Peternakan. 33(3): 162-169.

Retnani Y, Wijayanti I, Kumalasari NR. 2011. Produksi biskuit limbah tanaman jagung sebagai pakan komersil ternak rumi-nansia. JIPI. 16 (1): 59-64.

Shalaby HA. 2013. Anthelmintics Resistance; How to Overcome it? Iranian J Parasitol. 8(1): 18-32.

Zajac AM, Conboy GA. 2012. Veterinary Clinical Parasitology. 8th ed. Iowa: John Wiley & Sons.

Published
2018-11-24
How to Cite
Winarso, A., Novian, D. R., & Djungu, D. F. L. (2018). Palatabilitas pakan ternak ruminansia berimbuhan antelmintika. ARSHI Veterinary Letters, 2(4), 71-72. https://doi.org/10.29244/avl.2.4.71-72