JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Karakteristik Fisik Peneluran Chelonia mydas, Linn. 1758 di Kaimana-Papua Barat

  • Zeth Parinding
  • Sambas Basuni
  • Herry Purnomo
  • Nandy Kosmaryandi
  • Yusli Wardiatno
Keywords: Chelonia mydas, nesting site, physical characteristic, Venu island wildlife area

Abstract

Venu Island Wildlife areas, Kaimana-West Papua is one of the places for nesting of Chelonia mydas, Linn. 1758/Green Turtles/Jelepi. Thus, This study was conducted to identify the physical characteristics of Jelepi nesting in the Venu Island Wildlife areas, Kaimana-West Papua. Based on the analysis of the main components bi-plot of the physical characteristics of the main factors were found nesting and landing Jelepi, among others: Temperature sand at depth ≤30 cm (X ̅=27.42 C ± stdev 0,47 C), lighting at 11.0013.00 (X ̅=229.25lux ± stdev 326.50lux), building areas (X ̅=3.18 m2 ± stdev 16,74 m2), medium sand fraction in depth ≤30 cm (X ̅=39.86 ± stdev 16.11), and the number of holes nesting Jelepi (X ̅=1.52 nest ± stdev 1.12 nest).

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Zeth Parinding

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat, Jl. Raya Klamono Km. 16 Kota Sorong 98415

Sambas Basuni

Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Herry Purnomo

Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Nandy Kosmaryandi
Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Yusli Wardiatno

Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

References

Abdi H, Williams LJ. 2010. Principal Component Analysis. Wiley Inter-disciplinary Reviews: Computational Statistics. 2(4): 433-459. Doi: 10.1002/wics.101.

Alamendah. 2010. Daftar Suaka Margasatwa di Indonesia 3 (Sulawesi, Maluku, dan Papua). ALAMENDAH [Internet]. [diunduh 2015 Feb 17]. Tersedia pada:http://alamen-dah.org/2010/08/20/daftar-suaka-margasatwa-di-indonesia-3-sulawesi-maluku-dan-papua-2/.

Allen GR, Erdmann MV. 2009. Reef fishes of the bird’s head peninsula, west papua, Indonesia. Check List. 5(3): 587-628.

Allen GR, Erdmann MV. 2012. Reef Fishes of the East Indies. University of Hawaii Press, Volumes I–III. Tropical Reef Research, Perth (AU)

Anshary M, Setyawati TR, Yanti AH. 2014. Karakteristik pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas, Linnaeus 1758) di pesisir pantai Tanjung Kemuning Tanjung Api dan Pantai Belacan kecamatan Paloh kabupaten Sambas. Protobiont. 3(2): 232-239.

[BBKSDAPB] Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat. 2013. Laporan monitoring penyu di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Venu. SKW IV Kaimana, Kaimana-Papua Barat (ID) (tidak dipublikasikan).

Bawole R, Hukum FD, Pelasula D, Hutauruk RW. 2009. Laporan Akhir Metode dan Penilaian Ekosistem Terumbu Karang di Kabupaten Kaimana. Kerja sama Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Manokwari (ID).

Booth DT, Burgess E, McCosker J, Lanyon JM. 2004. The influence of incubation temperature on post-hatching fitness characteristics of turtles. International Congress Series. 1275(3): 226-233. Doi:10.1016/j.ics.2004.08.057.

[CII-KK] Conservation International Indonesia-Koridor Kaimana. 2013. Laporan monitoring penyu di Pulau Venu. CII-Koridor Kaimana, Kaimana-Papua Barat (ID) (tidak dipublikasikan).

Dahuri R. 2003. Keanekaragaman hayati laut: aset pembangunan berkelanjutan Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (ID).

Erviani NK. 2014. Sita 51 Penyu Hijau, Kapolda: Bali target penyelundupan. MONGABAY [Internet]. [diunduh 2015 Feb 12]. Tersedia pada: http://www.mongabay.co.id /2014/ 11/21/sita-51-penyu-hijau-kapolda-bali-target-penyelundupan.

Fuentes MMPB, Hamann M, Limpus CJ. 2010. Past, current and future thermal profiles of green turtle nesting grounds: implication from climate change. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 383(1): 56-64. Doi: 10.1016/j.jembe. 2009.11.003.

Graffelman J. 2012. A Guide to Scatterplot and Biplot Calibration version 1.7.2. Universitat Politecnica de Catalunya, Barcelona (ES).

Hanafiah KA. 2012. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers. Cetakan keenam, Jakarta (ID).

Harjadi B, Nugroho AW, Abdiyani S, Miardini A, Octavia D. 2014. Pedoman teknis pengelolaan lahan bermasalah pantai berpasir dengan cemara. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan-Kementerian Kehutanan. 103 hlm, Bogor (ID).

Hawkes LA, Broderick AC, Godfrey MH, Godley BJ. 2009. Climate change and marine turtles. Endang Species Res. 7(2): 137-154. Doi: 10.3354/esr00198.

Howard R, Bell I, Pike DA. 2014. Thermal tolerances of sea turtle embryos: curret understanding and future directions. Endangered Species Research. 26(1): 75-86. Doi: 10.3354/esr00636.

Huffard CL, Wilson J, Hitipeuw C, Rotinsulu C, Mengubhai S, Erdmann ME, Adnyana W, Barber P, Manuputty J, Mondong M, Purba G, Rhodes K, Toha H. 2012. Pengelolaan berbasis ekosistem di bentang laut kepala burung Indonesia: Mengubah ilmu pengetahuan menjadi tindakan. Ecosystem Based Management Program: Conservation International, The Nature Conservancy, and WWF Indonesia publishing, Papua (ID).

Mattjik AA, Sumertajaya IM. 2011. Sidik Peubah Ganda. IPB Press, Bogor (ID).

Nasution S. 2009. Biomassa kerang Anadara granosa pada perairan pantai kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Natur Indonesia. 12(1): 61-66.

Nugroho AW, Sumardi. 2010. Ameliorasi Tapak untuk Pemapanan Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia Linn.) pada Gumuk Pasir Pantai. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. VII(4): 381-397.

Nuitja INS. 1992. Biologi dan Ekologi Pelestarian Penyu Laut. IPB Press, Bogor (ID).

Nybakken JW. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Alih bahasa: Eidman M, Koesoebiono, Bengen DG, Hutomo M. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (ID).

Pada DN, Fauzan AY. 2010. Baseline monitoring di wilayah Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Kaiman. Laporan Program Monitoring Fiscal Year 2010. Conservation International Indonesia (CII)-Kaimana Corridor. Kaimana-Papua Barat (ID).

Parinding Z. 2011. Monitoring, Pendataan, dan Pembuatan Sarana Pembesaran Tukik Kerja sama CI Program Kaimana, Seksi KSDA IV Kaimana, dan Masyarakat Adat. Buletin Kepala Burung Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat, edisi 11, Sorong-Papua Barat (ID).

Pratikto WA, Armono HD, Suntoyo. 1997. Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut. Edisi Pertama. BPFE, Yoyakarta (ID).

Rifkhatussa’diyah EF, Yasin H, Rusgiyono A. 2013. Analisis principal component biplots pada bank umum persero yang beroperasi di Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional statistika, tanggal 14 September 2013 di Semarang. Universitas Diponegoro, Semarang (ID).

Salm RV, Halim IM. 1984. Marine Conservation Data Atlas. Indonesia. IUCN/WWF Project 3108.

Segara RA. 2007. Studi karakteristik biofisik habitat peneluran penyu hijau (Chelonia mydas L.) di Pengumbahan Sukabumi, Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor, Bogor (ID). (tidak dipublikasi).

Seminoff JA. 2014. Chelonia mydas in The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. US: Southwest Fisheries Science Center. IUCNREDLIST [Internet]. [diunduh 2015 Feb 12]. Tersedia pada: http://www.iucnredlist.org/details /4615/0.

Varela−Acevedo E, Eckert KL, Eckert SA, Cambers G, Horrocks JA. 2009. Sea turtle nesting beach characterization manual. Hlm. 46-97. In Examining the effects of changing coastline processes on hawksbill sea turtle (Eretmochelys imbricata) nesting habitat, Master’s Project, Nicholas School of the Environment and Earth Sciences., Duke University, Beaufort-North Carolina (US).

Wahjono T, Bambang W, Sada E. 1992. Laporan Potensi Sumber Daya Alam Laut dalam Rangka Penetapan Kawasan Konservasi Laut di Kepulauan Venu dan Sekitarnya Provinsi Irian Jaya. Proyek Pengembangan Kawasan Pelestarian Laut, Direktorat Pelestarian Alam, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Departemen Kehutanan, Bogor (ID).

Wood A, Booth D, Limpus CJ. 2014. Sun exposure, nest temperature and loggerhead turtle hatchlings: Implication for beach shanding management strategis at sea turtle rookeries. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 451: 105-114. Doi: 10.101016/j.jembe.2013.11.005.

Yanti BR. 2013. Daftar Suaka Margasatwa dan Cagar Alam di Indonesia. BEKTIRIZKIYANTI [Internet]. [diunduh 2015 Feb 17]. Tersedia pada: http://bektirizki-yanti.blogspot.com/2013/12/daftar-suaka-margasatwa-dan-cagar-alam.html.

Yulianda F, Yusuf MS, Prayogo W. 2013. Zonasi dan kepadatan komunitas intertidal di daerah pasang surut, pesisir Batuhijau, Sumbawa. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 5(2): 409-416.

Published
2015-04-24
How to Cite
Parinding, Z., Basuni, S., Purnomo, H., Kosmaryandi, N., & Wardiatno, Y. (2015). Karakteristik Fisik Peneluran Chelonia mydas, Linn. 1758 di Kaimana-Papua Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 26-32. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/9282

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>